Journal Film; VIRGO AND THE SPARKLINGS #ENSS

source: google images. (VIRGO AND THE SPARKLINGS)


Edisi kedua kali ini berjudul Virgo And The Sparklings.

Di awal film gue disuguhkan oleh ketegangan yang terjadi oleh satu keluarga, lalu berlanjut ke adegan lain. Suasana langsung berubah dari kelam menjadi "hari yang cerah" ala anak sekolahan. Gue sempat pesimis film ini akan dibawa kemana dan dibawa seperti apa. Tapi dilarang oleh gue sendiri, dugaan tidak boleh terjadi selama karya apapun dimuat.

Riani, si karakter utama terasa sekali telah menghidupi karakter tersebut, berwarna, cerah dan optimis. Ia yang pada awalnya bermasalah di sekolah terdahulunya dan kerap berpindah-pindah setelahnya, kini menemukan sekolah yang tepat dan adegan yang sesungguhnya pun baru saja dimulai. Setelah ia menemukan rekan-rekannya yang baru.

Awalnya Riani dirundung pada hari-hari permulaan tapi sepertinya itu tidak mengganggunya. Ia hanya mencari tahu pada lingkungan barunya dimana ia akan memulai kisahnya, rekan-rekan yang ia lihat pertama kali itu, memintanya bergabung pada grup musik mereka walau nyatanya tidak semulus yang dibayangkan, kembali lagi, ia tidak ambil pusing.

Ia mampu menunjukkan keahliannya yang sesungguhnya, petikan gitar dan merdunya nada suara berhasil memenangkan salah satu personel grup terbaiknya. Mereka yang kali ini sudah menentukan mimpi baru mereka pada suatu ajang pencarian bakat, tetap tidak mulus dan penuh putus harapan. Sebab problema yang muncul tidak hanya dari internal namun eksternal itu sendiri.

Di salah satu adegan. Disini hal mistik muncul menyerang salah satu di antara mereka, yang juga menguak rahasia ajaib milik Riani "si maniak api". Mereka menerima rahasia itu dengan senang hati juga membantunya mengembangkan keahlian tersebut hingga ke titik yang tidak pernah disadari Riani tentu dengan kelucuan dan komedi-komedi.

Belum lagi romantisme yang menemani Riani selama perjalanan kisahnya dengan seorang pria ternyata telah menimbulkan kecemburuan pada wanita lain, yang juga "biang kerok" akan sesuatu hal dalam hidup Riani dan rekan-rekannya. Kembali pada kisah kehidupan musik Riani, komposisi yang pas dan memukau ala warna-warni masa muda, telah memenangkan hati gue.

Kekacauan dan ketakutan telah meneror seisi kota, sihir tidak masuk akal dan sedang dicari tahu olehnya malah menjadikan hal itu senjata makan tuan. Hal ini pula yang mengganggu api semangat karier bermusik mereka hingga ke titik yang sulit dipulihkan, belum lagi mimpi yang sempat terhalang kemauan orang tua masing-masing.

JOURNAL

Keindahan detil-detil, salah satu contohnya adalah peran musik disini sudah seperti warna-warna yang menguasai suasana film ini dan berhasil menghidupkan adegan hingga karakter yang memainkannya. Riani seperti tulang punggung untuk film ini, ia sangat berhasil memainkan perannya sendiri dan juga menjadi warna yang tepat dimana dirinya berada selama di film.

Pada akhirnya pesan moral ini sangat kental di bagian akhir, kritik kepada generasi sebelumnya pada problema yang sering dialami anak muda pada umumnya. Setiap penggunaan tempat, kalimat, lagu, ekspresi, lelucon dan kata kata yang sedang naik daun entah kenapa tepat bagi gue, tidak terlalu over, walau kembali lagi, saat diawal sempat kelihatan minornya (bagi gue).

Yang paling memenangkan di mata gue dan paling terasa adalah lagu, ohya, suasana masa muda sangat baik perwujudannya di film ini, properti sangat unik, yah, mungkin sudah umum, kreatifitas selalu unggul di masa kini, tapi bumbu-bumbu seperti ini menarik bagi gue, kembali lagi Adhisty Zara berhasil memerankan Riani. Ia seperti pengatur tempo yang tepat saat ini.

CONCLUSION

Tidak sebaik film-film BUMILANGIT sebelumnya, namun jika berkata buruk menurut gue tidak juga, film yang cocok dinikmati saat santai dan kemungkinan besar pasar yang cocok adalah kaum muda. Lagu walaupun tidak muda-muda banget, tapi adanya grup musik mereka, berhasil mengubahnya menjadi masa kini dan terkesan tidak kuno.

Editan atau apapun namanya, CGI. Amburadul bagi gue, sedikit membuyarkan keasyikan gue saat menonton, tapi gue tetap optimis, ini sudah yang terbaik dan sudah dipikirkan matang-matang oleh pihak pembuat film. Secara keseluruhan gue bisa menikmatinya dengan tenang. Tetap menyenangkan-menyenangkan saja pikir gue.

Penilaian sentimental pribadi: 6/10.


Salah - Virgo and The Sparklings.

Komentar

Postingan Populer