Journal #4march

source: google images. (okinawa-the island we call home).


perang dengan diri sendiri, guelah ahlinya. ngeri-ngeri sedap setiap waktunya, ranjau dimana-mana. perasaan campur aduk. tapi ini pilihannya, mau semakin kuat atau bagaimana. tak bisa memilih pilihan untuk lari. Sekarang atau (bisa-bisa) terlambat. hasilnya adalah keberanian yang penuh kebebasan dan menyenangkan. tidak lagi takluk kepada takut.

hari ini gue menulis di kafe flora. menulis isi hati di tengah buntunya perasaan dan logika. gue ingin menaturalkan semuanya dan mengalir dalam ketikan-ketikan lucu ini. terapi yang sudah gue lakukan selama beberapa tahun belakang. nyaman dan sejauh ini paling cocok dengan gue, senandung pop kota jepang, chiyono yoshino, turut memenangkannya.

hari ini gue gym, sekitar jam dua. ramai sekali tidak sesuai dengan gue, tapi begitulah alam semesta, semakin ditantang semakin datang semakin dikejar semakin lari macam anak kucing kalau ga ada makanannya. sebelum ke flora mampir bentar di warung depan untuk makan nasi kuah kari dan ayam goreng sebelumnya lagi dari rumah namun jalur lewat kios dulu untuk ngecek lapangan.

segelas vanila cokelat menemani kecemasan gue akan keramaian, tapi syukurlah perlahan menyepi, namun bikin berpikir berlebihan apa karena gue? bodo amat. kejauhan, emang siapa gue, pada mau malmingan soalnya mungkin. justru baik juga semesta mendukung, buat gue, terima kasih. semoga esok hari gue bisa lebih lega dari hari ini.

obrolan kemarin malam famili di kebon ndalem mengenai kopitiam membuat gue berpikir, gue ingin sih meneruskan budaya keturunan yaitu punya kopitiam. but nanti engga sekarang, sekarang lagi pening sama realita yang sekarang, bukan main, pusingnya. gue susah nge-blend sama masyarakat, gue unik sendiri dan bikin merasa sendiri.

tapi gue meyakinkan diri, ini bagian dari pembelajaran, yang namanya pembelajaran akan selalu messy dan kesulitan disana-sini. sabar aja. entah apa hasilnya. percaya saja. maafkan diri sendiri, akan banyak kekeliruan dan kekelaman yang dibuat entah internal ataupun eksternal. diam saja dan memasrahkan diri lebih baik.

semoga nanti pulang dengan baik, berjalan dengan baik, melihat dengan baik. penuh syukur dan sukacita, walaupun harus belajar ulang, semuanya, ada sesuatu yang hilang di masa lalu, yang membuat gue kini menjalankannya kembali, terima kasih saja lah. sehat selalu. ada pesan dibaliknya. karma masa lalu? tidak keyakinanku, tidak ada masa lalu (reinkarnasi).

Komentar

Postingan Populer