Journal Film; TJOET NJA' DHIEN #ENSS
source: google images. (IMDb)
Yang gue sewa seharga lima ribu rupiah sekian di Bioskop Online untuk sebuah karya luar biasa.
Pejuang sejati dari Utara, melawan para penjajah Belanda, pada awalnya ialah suami beliau Teuku Umar yang memimpin para pasukan dengan strategi gerilyanya yang terkenal, mereka berjuang dengan gagah perkasa dengan hati yang percaya, namun sayangnya Sang pejuang Teuku Umar gugur juga di medan perang, tentu membuat Cut Nyak Dhien dan Cut Gambang bersedih hati.
Negeri pertiwi yang masyarakat cintai dengan darah dan nyawa sebagai gantinya tidak ada sama sekali penyesalan di diri mereka. Energi itu pun tersampaikan dengan jelas bagi gue yang menontonnya, untuk sebuah karya yang sudah ada dari tahun 1988 karya sutradara Eros Djarot ini, menurut gue ini sungguh luar biasa dari segi cerita, pengadeganan hingga aktingnya.
Ibu Christine Hakim yang berlakon sebagai Cut Nyak Dhien sungguh memainkannya dengan sempurna, gue jadi merasa seperti sedang menyaksikan langsung perjuangan dari sang Cut Nyak Dhien di medan pertempuran yang sungguh menggoncangkan hati ini. Terasa sekali dalam benak pribadi, penjajahan di masa lalu yang sungguh pahit dan keji.
Strategi demi strategi dikumpulkan oleh sang ibu perbu namun malah orang sendiri yang menjadi jeratnya, pengkhianatan oleh rekan seperjuangan sendiri terasa memalukan dan kejam. Namun Cut Nyak Dhien tetap teguh dan perkasa, bertempur sudah bertahun-tahun hingga sakit penyakit pun mulai menyerang beliau dari dalam.
Teman seperjuangan satu per satu berbalik darinya menjadikan diri sendiri pengkhianat, yang pada klimaksnya salah satu tangan kanannya sendiri yang menusuknya dari belakangnya. Walaupun dari alasannya sendiri karena iba dan tidak tega lagi dengan sang ibu perbu dan ia pun mau tak mau mesti rela menjadi sang antagonisnya.
Di bagian akhir cerita, Sang pejuang meminta segala pasukannya sebuah pilihan untuk pergi meninggalkannya jika sudah tak mampu lagi atau tetap ikut berjuang, ada yang mengambilnya dan ada pula yang tidak, namun sang kape-kape Belanda lebih kuat dan banyak dari segi jumlah, hingga Cut Nyak Dhien pun tertangkap dalam kesendiriannya dalam posisi melantunkan ayat suci.
Yang setelah itu, tahun-tahun kemudiannya, Cut Nyak Dhien di asingkan di Sumedang dari Aceh, Pengasingan Cut Nyak Dhien dilakukan untuk menghilangkan pengaruhnya bagi pejuang Aceh yang terus berperang melawan belanda. Beliau adalah salah-satu pejuang wanita yang turut memerdekakan Indonesia, ia menunjukkan salah satunya emansipasi wanita dalam tindakan. (fimela.co, 9 nov 2018)
(acehinfo.id, 11 des 2022)
JOURNAL
Gue senang sekali bisa menonton karya ini, namun ada beberapa hambatan seperti saat sedang dialog antara pihak asing atau disini maksudnya orang Belanda, tidak ada teks penerjemahannya sehingga gue sama sekali buta dengan apa yang mereka coba sampaikan. Atau juga saat bahasa lokal Aceh dalam percakapan, juga tidak ada teks yang tersedia.
Namun dari penggambaran itu sendiri sudah cukup bisa untuk membantu gue saat sedang menonton, mimik wajah hingga ekspresi dari pelakon-pelakon yang gue rasakan baik sekali dalam pengadeganan, gue jadi mengerti apa yang dimaksudkan. selama menonton juga tidak ada yang mengganjal atau membingungkan (kecuali bahasa itu tadi dan detil detil kecil lainnya, namun gapapa).
CONCLUSION
Menyenangkan bisa nonton film lama dengan membayarnya tanpa lewat jalur bajakan, dengan kualitas yang lebih bagus, tidak terlihat usang juga lebih menghargai. Mungkin suara sedikit lebih kecil namun tidak masalah, walaupun ini film lama namun entah kenapa gue merasa ini masih modern untuk zamannya, selain karena yang dipertontonkan adalah zaman kisah penjajahan.
Dari segi kisah yang dibagikan gue suka sekali, walaupun ada beberapa hal yang disampaikan dalam cerita itu rasanya masih ada yang belum gue pahami tapi ga masalah juga, yang menarik disini, semua kisah perjuangan itu sungguh terasa bagi gue yang menontonnya, energi yang tersampaikan tepat sasaran, musik pengiring juga tepat sasaran.
Penilaian sentimental pribadi: 8/10

Komentar
Posting Komentar