Journal Film; PAI KAU 牌九 #ENSS
source: google images. (PAI KAU)
Adegan dimulai dengan sekumpulan wanita yang berbincang-bincang tentang kebiasaan mereka dan saling unjuk gigi daya dominasi mereka di kehidupan sosial. Siapa sangka ini pada akhirnya tentang drama thriller yang berakhir dengan adanya pembunuhan, walau di awal memang sudah ditunjukkan dengan warna merah yang mencurigakan.
Gue pada awalnya hanya tahu film ini dari musik pengiringnya, maka dari itu sejak lama ingin menonton film ini yang baru saja kesampaian hari ini. memang secara pengambilan adegan, gue sudah ada rasa ini berbeda dengan kisah-kisah film lainnya namun jika secara sekelibat bagi gue ini terasa seperti film remaja percintaan jadul.
Secara materi dialog bagi gue tidak begitu mendobrak, pikir gue, "apa benar dahulu film ini ada bioskop?", bukan apa, nanti gue jelaskan. semakin ke belakang film ini mampu buat gue cemas dan tegang, dari awal tampak meragukan, walaupun gue sudah membawa perasaan sentimenal di atas rata-rata dari dahulu tentang film ini.
Yah memang benar, ini film ga main-main, setelah gue cermati, sebetulnya dialog film ini sangat mencirikan bagaimana kakunya dan se-apa adanya keturunan tionghoa dalam bersosial, setidaknya itu yang terjadi di pengalaman gue selama ini. makin ke belakang makin menunjukkan tajinya, secara salah satu idenya adalah tentang pria pemain wanita dan ide lainnya adalah keluarga mafia.
Dan secara detail-detailnya cukup ada bobotnya, tidak asal lewat per adegannya. Yang menarik juga, saat si pria itu menyadari ia akan berada di ujung tanduk saat kejadian yang tidak terduga ada di depan matanya, itu cukup membuat gue yang menonton merasa sesak dan cemas. Seekor kadal di dalam sarang buaya yang sesungguhnya.
Belum lagi, sang tokoh wanita, adegan yang ia mainkan adalah wujud pewarnaan kecemasan yang baik bagi gue, adegan yang lambat, gerak-gerik dan ekspresi yang sama lambatnya, ekspresi wajah penuh ketenangan yang menghanyutkan, ekspresi wajah yang menyebalkan bagi gue, hal bertolak belakang ini adalah sisi jenius yang menawan.
Ada adegan yang unik yang muncul dari awal hingga akhir, yaitu sekelompok orang main mahjong. Terjawab di akhir dan memberi sensasi unik tersendiri dan menegaskan jika sang tokoh di seberang adalah bukan orang main-main. Justru mempertegas sisi hitam legam yang sesungguhnya, memang benar berekspektasi di awal itu engga baik. :)
JOURNAL
Kali ini gue tidak pergi ke bioskop untuk menonton film. Gue lagi mengirit dompet. Film ini gue tonton di Bioskop Online tenang saja ini legal. Film ini adalah satu satu film paling tidak nyaman yang gue suka untuk menontonnya, secara penokohan yang bisa gue dapatkan, ini sudah sesuai dengan realita orang tionghoa pada umumnya.
Gestur yang tidak fleksibel, tatapan yang dingin dan cara berdialog kaku penuh keindahan. Awalnya gue mengkritik dalam hati dan bergumul sendiri, tapi makin ke belakang makin intens, maka dari itu gue juga sadar inilah seni yang sesungguhnya, secara singkatnya ini sudah sesuai. Jadi tidak bermasalah di hal itu lagi.
Secara pemilihan tempat/lokasi hingga budaya yang ditunjukkan di film sangat sesuai, jadi tidak terkesan asal-asalan, tidak asal comot dan menjadi tidak menghargai, ini benar-benar riset yang patut di acungkan jempol, saat berdialog dan budaya dalam acara pernikahan salah satunya, sudah seperti sedang melihat kehidupan sehari-hari di sekitar gue.
CONCLUSION
Salah satu film thriller dengan tema mafia yang bagus. Kelam nya terasa, bergidiknya terasa juga. Membuat gue merasa ini sedang menceritakan kisah budaya Kanton, di Hongkong, memang pergulatan dan adegan berkelahinya tipis tapi oke kok, kesan bad boy yang lainnya bukan dalam artian yang sesungguhnya juga enak buat gue tonton.
Penempatan musik yang tepat, soundtrack "aksi kucing" yang gue tunggu-tunggu muncul juga dan berada di penempatan adegan yang tepat sekali. Menutup kekelaman dengan kelegaan, vibes seolah sedang memberikan pesan moral namun kosong melompong, berjalan natural seolah hari sedang indah, apakah ini pesan moral terselubung? Atau jangan-jangan ini sindiran yang sesungguhnya?
Dan gue jadi tersadar, sepertinya banyak sisi kecil dan film ini yang tidak berlubang lewat begitu saja, semacam clue kecil. Salah satunya adegan akhir tentang dialog, Lucy pada Edy, jikalau dirinya sudah mengetahui bahwasannya keluarga adalah yang terpenting, ini gila. Mengaitkannya pada jika main character bisa jadi hanya NPC di realita hidup yang sesungguhnya.
Penilaian sentimental pribadi: 8/10
Aksi kucing - White Shoes And The Couple Company
.jpg)
Komentar
Posting Komentar