March #throwback

source: google images.


April terkenal dengan guyonan atau leluconnya, semoga tidak menjadi kenyataan yang lebih lanjut mengerikannya dalam realita hidup gue bulan April ini. Capek bos, capek... PUNCH LINE kehidupan tidak ketebak sama sekali, kalau kulit-kulit ini bisa nangis, mungkin sudah nangis menggantikan tugas bola mata yang capek nangis terus.

Tapi se-naik turun itu pun, syukurlah hikmah ada selalu mengalir dengan derasnya, tapi yah itu, capek dan kewalahannya gila-gilaan, ketakutan dan kekhawatiran ga masuk akal mengancam selalu dari balik jendela, atau tanpa sadar, si dia sudah berada di dalamnya, menakut-nakuti dan menjebak yang lama kelamaan gue terjerembab ke dalam penjara.

Mempelajari secara perlahan apa yang alam inginkan dan memahaminya selama mungkin. Proses yang tidak mudah, pembelajaran seumur hidup. Disini ekspektasi gue perlahan mendapat ujiannya tersendiri, tidak berharap lebih lagi, lebih tenang dari yang dibayangkan. Kunci-kunci ajaib selalu alam sebar di semesta, gue hanya perlu teliti dan berpikiran super luas untuk menyadarinya.

Maret juga termasuk bulan unik, tidak tertebak, naik turunnya lebih menakutkan sekaligus mengesankan ketimbang roller coaster di taman bermain. Kesepian masih menghampiri gue dua tiga kali, kebingungan mengajari gue cara bertahan diri menurut versi dirinya sendiri, tertawa membuat otak lega, kusuk-kusuk urat urat yang kaku walau hanya beberapa hitungan waktu.

Keberanian, bulan lalu itu lumayan kenceng mengajari gue apa itu keberanian, pilihan yang jarang sekali secara enak makhluk lain pilih, ada resiko yang misterius terselip tipis di sela-selanya, tapi jika gue memutuskan bangkit, leganya muncul, tapi anehnya jika gue tidak sedang berada di posisi berani, ia tak mau muncul sekalipun gue mencoba menyadarinya.

Maaf, Raja segala raja, anak Mu banyak sekali keliru, banyak sekali khilaf, banyak sekali kesalahan yang entah sengaja maupun tidak, anak Mu hilang arah, ia terkadang merasa penjahat paling jahat, merasa pantas di buang. Tapi anak Mu masih berharap lebih tepatnya masih ada sinar kecil yang penuh pengharapan kepada Engkau, yang terkasih.

Gue punya planning kembali saat ini, kembali berlatih yang sudah lama skip, mencari-cari peluang, bertahan sedemikian rupa, tertawa sebisanya, namun, berikan hamba kesehatan, izinkan hamba merasakannya terus, bisa lepas dari adiktif, ketakutan yang membuat bodoh, seperti parasit yang mengontrol, jauhkanlah hamba dari kekotoran ini semua. Tolonglah.

Komentar

Postingan Populer