Journal Film; RIDE ON #ENSS

source: google images. (katadata.co.id)


Film Hong Kong unjuk taring kembali...

Awalnya gue hanya tahu jika pemerannya adalah Jackie Chan 大哥, lalu juga dari postingan insta-story netizen dan rekan rekan di sosial media Instagram milik gue. Respon top hanya cukup membuat gue kayak "oh ok.." "oh good.." tanpa bergerak kemana-mana, sampailah sepupu mengajak nonton salah satu film lain, namun diri gue enggan dan mencoba mengajaknya nonton Ride On saja.

Awal dimulai Mr. Luo sedang tidur dan dibangunkan oleh kuda peliharaannya yang membuat gue menyipitkan mata, sedikit "meh.". Namun karena sinematiknya cakep dan yahud gue jadi sadar untuk engga mau buru-buru berspekulasi apa-apa. Sampai adegan berlanjut yang terus menunjukkan kepintaran dan kecerdasan si kuda entah CGI atau engga, gue engga paham, ini tetaplah keren.

Ternyata Mr. Luo sedang mengalami masa sulit, karirnya sebagai aktor pengganti mulai menutup masa, ia mulai redup, sekalipun ia sudah menciptakan legasi untuk dirinya sendiri sebagai legenda hidup, ia dihargai senior maupun juniornya, namun realita hidupnya susah tetaplah susah. Sampai kuda yang di awal adegan tadi, Red Hare, akan disita perusahaan pihak lain.

Mr. Luo mendapat saran dari rekannya, untuk meminta bantuan dari putrinya, namun konflik sedari lama adalah penghambat yang sesungguhnya. Mr. Luo yang telah lama bercerai dengan istrinya dan putrinya tidak menyukainya. Sakit hati dan salah paham adalah kepahitan yang mesti diterimanya. Ia tak patah arang, sembari berjuang pada pekerjaan yang Mr. Luo cintai.

Ending yang mengharukan adalah kesempurnaan yang indah, naik turun antara karir dan keluarga cukup menyesakkan hati gue, air mata mandeg untuk turun namun deras mengalir dari dalam hati. Red Hare yang sudah seperti anaknya sendiri, saudara tak sedarah dari Xiao Bao, putri Mr. Luo, seorang calon pengacara yang unggul.

Bela diri hingga easter egg disini sangat banyak, seperti mengeluarkan kenangan-kenangan dari masa lalu Mr. Luo dari universe lain. Sudah mampu memenangkan diri gue, cukup di mengerti, yang merenyuhkan hati juga adalah kenyataan bahwa pemeran asli dari Mr. Luo sudah lanjut usia, ini yang gue yakin paling di sorot oleh sesiapapun yang menonton Ride On.

JOURNAL

Jackie Chan adalah pahlawan nasional, ia bintang sesungguhnya, disini di film ini, sangatlah terasa jika karya ini adalah hadiah untuk para peran pengganti yang sejak dahulu menjadi pahlawan tanpa nama di perfilman Hong Kong, adegan per adegan mengingatkan gue kepada film-film Jackie Chan di zaman dahulu, adegan yang ia mainkan sebagai Mr. Luo yang sedang berakting adalah sesuatu yang telah pernah ada.

Dialog yang lucu dan on point juga sudah merupakan kemenangan tersendiri, adegan aksi juga tidak kemana-mana, kita langsung tahu, paham dan sadar bahwasannya ini adalah aura dari sang mega bintang Jackie Chan. Semua peran pembantu di sini pun punya keunggulan dan cita rasanya sendiri-sendiri, terasa jika ini modern namun tidak meninggalkan sesuatu yang khas milik perfilman mereka.

Hal kecil dan detil-detil tidak habis-habisnya keluar dari awal hingga akhir. Memberi suguhan kepada peminat karya ini pelayanan yang menyenangkan dan mahal. Kisah menyedihkan dan menarik simpati hingga semangat api yang gue rasakan semuanya adalah keajaiban yang bercampur dengan sempurna untuk gue nikmati.

CONCLUSION

Setelah sekian lama gue tidak membuat tulisan mengenai Edisi Nonton Senin Selasa, yang menjadi salah satu alasan lainnya adalah keterbatasan biaya, kali ini kembali menonton sesuatu yang bagus sekali, tipe-tipe film yang bisa gue nonton berulang kali, nanti ya, kalau sudah masuk di layanan video OTT, tentunya. Film keluarga yang menyenangkan.

Secara sinematik disini mantap sekali, haha. sangat fresh, tapi entah kenapa arwah unsur sinematik film Hong Kong selalu menyertai, ini sesuatu yang penuh keajaiban, pemilihan musik hingga easter egg cukup mengundang nostalgia tersendiri, gue sampaikan ini semua secara tulus dan rasa terima kasih gue, kata ala salah satu lirik ikonik dari Diskoria-  YTH. Naif, yang saat ini gue dengarkan. 

Keindahan mimik wajah dan ekspresi tubuh yang memukau penuh pesona, terkesan modern dan terbuka, tidak ada miss di sana sini, jikalaupun ada itu mungkin malah memperindah segala sesuatunya, aksi hingga komedi ala Jackie Chan 大哥 dari masa lalu, pesan-pesan sudah tersampaikan kok, jikalau ini adalah rasa terima kasih mereka untuk peran pengganti film Hong Kong sejak masa lalu.

Penilaian senimental pribadi: 9.6/10

10/10

10/10

10/10

10/10

10/10

10/10

10/10 



Lao Luo & Chitu - Ride On

Komentar

Postingan Populer