Di bawah bulan malam aku bersujud memohon

source: google images

Kelabu senantiasa bertahan, tak kunjung pergi
Aku yang kian terbenam oleh perasaan luka
Juga kian membenamkan diri lebih lagi
Tenggelam bersama alunan lagu penuh duka.

Manusia memang aneh, dia berduka, dia begitu patah hati. Namun di waktu yang bersamaan dia- begitu nyamannya mendengarkan lagu sendu penuh nestapa, gemar menyiksa diri lebih lagi.

Dan bila senja telah usai
Tibalah juga gelapnya malam
Perlahan kian dalam terselimuti
Dan hamba telah terbiasa terbenam

Andai kisah senja yang pertama bisa aku ubah
Mendobrak dinding batas yang tak seharusnya
Angan-angan mungkin bukan sebuah keluh-kesah
Tetapi, biarlah yang terjadi tetap terjadi, biarkan saja

Diri lemah, rapuh, tak berguna
Aku juga tahu akan ambang batas
Tapi aku tak serta-merta mudah terlena
Tak ingin menambah luka yang telah membekas

Mungkin karena aku di masa lalu, pandangan mata seperti menohok tajam kepadaku, walau bukan kendali diriku sendiri, luka itu tetap begitu nyata, keadaan diam yang tak merubah apapun.

Aku hanya ingin terbang dengan bebas 
Jangan membebani aku sedemikian rupa
Juga kendali hidup sepenuhnya tanpa diretas
Apakah permintaanku melukai ego-mu semata?

Komentar

Postingan Populer