Tainan, 2018




Musim panas, 2018

Tiba juga di ujung perempatan jalan ini, masih disini mengawang tak karuan. Akhir dari sebuah cerita pendek tentang sebuah masa, cerita pendek yang tetap akan menjadi bagian hidup sampai kapanpun.

Semua berawal dari keinginan diri sendiri untuk melakukan suatu pertualangan hidup disini, di Taiwan. . 

Berjuang disini, satu kata saja, terima kasih. Telah bersama-sama selama setengah windu, ingatan tentang rumah, jalan, pepohonan, orang-orang tua, keheningan dan cantiknya walaupun hanya berasal dari gang kecil. Berbicara tentang sebuah pengalaman dan menjadikannya cerita yang berkaitan dengan perjalanan hidup yang masih panjang. Terima kasih takdir :)

Dear, Taiwan..

Terima kasih, untuk segalanya Taiwan! :)










Tahun 2011 adalah pertama kali gue mengenal Taiwan, pada waktu itu gue sedang mengikuti study tour selama 1 bulan. Belajar mandarin dan mengenal budaya adalah tujuan utama dari tour ini. Seru kok, dan juga orang-orangnya yang ramah dan bersahabat~~

Pada tahun 2013 Taiwan kembali menyambut kedatangan gue, juga dengan study tour. Gue ikutan lagi study tour namun kali ini berbeda, study tour yang diadakan selama 3 minggu ini lebih mengarah ke rekreasi dan selama 3 minggu itu kita mengelilingi Taiwan juga dengan tema perkenalan budaya. Pergi ke tempat bersejarah, alam sampai tempa menarik nan unik di Taiwan!

Itulah alasan juga yang bikin gue ingin melanjutkan studi di Taiwan, Taiwan yang selalu bisa bikin heartwarming ini. 

Beberapa hari lagi gue sudah balik ke Indonesia, tidak lagi berjumpa dengan Taiwan (mungkin) dalam waktu dekat ini. Memori indah terlalu banyak yang tak bisa terlupakan dan sangat menghangatkan hati jika teringat kembali. Dan inilah yang membuat gue semakin cinta dengan Taiwan dan terima kasih Tainan telah menampung gue selama 4 tahun.

Dan gue akan jadikan Taiwan sebagai destinasi wisata utama gue. Kembali lagi kesini tetap menjadi harapan dan keinginan hati. Dan kali ini 2018 bukanlah sebuah akhir, kelak akan datang lagi dan datang lagi, tetap selalu berpegangan tangan. 

Dan daftar hal yang akan gue kangenin ataupun sudah tak lagi merasakan hal yang sudah jadi sebuah kebiasaan selama ini, hmm...

Tentunya tidak akan merasakan lagi yang namanya musim panas, gugur, dingin sampai semi yang ada enak dan tidak enaknya.Tidak lagi belanja mingguan di px mart dan kadang-kadang beli Ikan Salmon jika diskon, hahaa. Ga ada lagi night market dan ga akan lagi merasakan yang namanya chicken cutlet yang khas itu!. Nasi ayam kalkun mungkin juga menjadi hal yang paling gue kangenin.

segala jenis street food sampai pada sarapan pagi waffles dan burger ala Taiwan ini. dan juga bakal rindu momen bersepeda kemanapun :')



Merindukan MRT, Bus ataupun kereta itu sudah pasti ^^
Ohya, 7-11 sudah membuat gue sangat bergantungan padanya, kangen? ya!

Dan tentunya 

Hospitality dari orang Taiwan yang baik dan cukup menghangatkan hati yang akan gue rindukan kelak. Dan yah, mungkin tetap ada yang namanya hari kurang baik namun gue tidak bisa menjadikan itu hal yang pasti dan tetaplah keramahan disini menjadikan semuanya istimewa. Dan tetap pada pemikiran gue, balutan atas Taiwan adalah Orang-orang yang friendly, alam indahnya, perpaduan antara modern dan traditional yang membaur, makanan lezatnya  dan budaya di Taiwan sangat mengagumkan.



Pesan yang indah

Tetap terjagalah Taiwan
Tetap seperti itu
Alam dan karunia Tuhan 
Mutiara ada padamu
Kelak aku datang lagi
Kau masih sehat
Bimbing kaki dan badanku
Ajak aku berkeliling lagi
Tetap ramah dan tersenyum
Orang-orang yang mau mengenalmu
Peluklah mereka dengan kehangatan
Pernah mengenalmu
Adalah rasa syukurku 
Terima kasih..







See you when i see you, Taiwan.
Always keep in touch~~

 

Komentar

Postingan Populer