Diri sendiri, apa rasa khawatir? #SigapCerita

Hari ini gue berdiri disini, besok mungkin bisa dimana saja. Cuma ingin curahkan sedikit melalui tulisan, bebas. Kita tidak tau apa-apa tentang apa yang akan terjadi di masa depan kecuali kita punya mesin waktu, ehmm..

Gue yang lebih sering untuk jalan-jalan sendiri atau artian lain membawa diri ke dalam kesendirian, bukan karena kesepian tetapi malah sebaliknya, suka. Senang maupun susah, apapun itu alasannya. Pembawaan gue yang memang lebih nyaman disaat hanya gue.

Kita hidup di dunia ini tidak mungkin selalu senang, selalu saja bahagia ataupun terpuruk sedalam-dalamnya samudera. Walaupun kadang kita menyadari kata demi kata barusan, kita pasti tetap saja tidak berdaya disaat mereka datang beneran, kita tetap saja akan lupa diri. Dan momen itu adalah sekarang, pergumulan menusuk gue dari segala arah. Tidur untuk bangun dan kembali pada rasa terpuruk paling dalam dan itu sakit.

Gue bingung, orang lain berkata ' sudahlah, buat apa dipikirkan kali hari esok itu, belum tentunya itu terjadi, dipikirkan boleh cuma jangan sampai begitu kali, nanti sakit kau'. 

Apa karena masalah yang semakin belum terjadi itulah yang memang seharusnya wajar dan masuk akal untuk kita khawatirkan? hmm, juga bisa.

Mungkin saja semua itu bisa benar ataupun bisa berbeda. Dari sudut pandang mana yang ingin kita lihat, semua hal bisa terjadi, semua hal perlu kita tukarkan pikiran dan semua hal perlu kita cari tahu. Terkadang realistis satu garis lurus dengan pesimis, pembunuh.

Masalah demi masalah pelan pelan sudah gue lewati, berhasil atau kurang itu tetap sudah menjadi masa lalu sekarang, tentu mereka guru guru terbaik gue. Masalah sudah menjungkirbalikkan gue, nyaris mati. Rasanya seperti ditabrak angkot dan gue tidak tau rasanya gimana, itulah mengapa gue bilang begitu, karena rasanya sulit dideskripsikan.

Sekarang semua ini dan hal yang terjadi sudah merenggut hari-hari gue, motivasi gue. Gue berusaha, namun pintu tak kunjung terbuka. Masalah semakin membuat gue gila dan yang sekarang bisa gue lakukan adalah percaya. 

Gue merasa gue sedikit kehilangan sosok gue sendiri, gue kacau. Kesehatan psikologi gue sedang menjalani ujian dunia. Gue sekarang diibaratkan seperti, ditekan untuk terlungkup sekarang di tanah berdebu dan penuh luka di siang hari yang terik. Tapi disini gue belajar untuk tetap percaya diri dan rasa semangat itu sendiri dan juga tanpa sadar lebih kuat dalam mental dan walaupun kejiwaan sedikit goyang. Jatuh kedalam lobang membuat kita bisa mendongak ke langit cerah yang biru.

Gue percaya ada hal baik dibelakangnya, gue tidak akan menyerah dulu. Terkadang perlu untuk menutup telinga dan percaya dengan hati sendiri walaupun sebenarnya sulit. Alam semesta selalu memberi semua yang baik dan seimbang. Langkah sekarang ini sulit karena kita tak pernah tau bertahun tahun kemudian apa yang akan terjadi lagi , sekarang hanya jangka pendek. Sakit bukan main, terkadang kecintaan kita dengan warna warna hitam perlu diseimbangkan dengan warna kuning cerah, biru laut dan merah muda agar semua komplit, perlu eskplorasi dan tidak disitu-situ saja.

Sekarang gue sudah lebih baikan dari  tulisan tulisan yang gue hamburkan disini, fresh dari dalam hati. Walaupun sebenarnya dalam waktu dekat ini sulit untuk menulis dan bersenang ria lagi dan menyatukan sel otak, sel jiwa dan sel nurani untuk kecintaan. Nafsu hilang begitu saja walaupun ide dan segalanya tetap ada, tapi yaitu kembali lagi pada gue yang gampang rapuh dan nafsu yang suka lemah. Terlalu peduli pada hal di hari esok yang seharusnya tidak begitu, sebenarnya kepanikan ini yang menghilangkan jati diri, ketenangan dan semua tentang diri sendiri ataupun kekhawatiran dan itu itu saja sampai kapanpun~~


 

Komentar

Postingan Populer