Benderang
Terbit yang selalu tersia-siakan
Tentang pagi yang selalu kulewati
Mencari cara untuk menyiasati
Surya di langit yang terlanjur kecewa
Hari demi hari terkurung dalam kesamaan
Seperti baru terjadi namun sudah terbiasa
Walaupun begitu cahaya masih kucari
Dalam kegelapan yang setiap hari mengitari
Aku yang berusaha seperti pendekar
Diri sendiri, yang pada akhirnya sekarat
Rubuh tertusuk mata tombak kekejaman
Budaya sinisme masyarakat dan duniawi
Mentari yang tak redup termakan zaman
Dengan bulan yang hiraukan kesepian
Demi mengajarkanku sebuah pengertian
Makna Terang walaupun berseberangan
Bermakna elok walau dalam ketaksaan
Tentang sebuah mahkota suci sang raja
Tombak gagah perkasa di tanah perang
Yang jadikan cahaya di luasnya angkasa
Tentang pagi yang selalu kulewati
Mencari cara untuk menyiasati
Surya di langit yang terlanjur kecewa
Hari demi hari terkurung dalam kesamaan
Seperti baru terjadi namun sudah terbiasa
Walaupun begitu cahaya masih kucari
Dalam kegelapan yang setiap hari mengitari
Aku yang berusaha seperti pendekar
Diri sendiri, yang pada akhirnya sekarat
Rubuh tertusuk mata tombak kekejaman
Budaya sinisme masyarakat dan duniawi
Mentari yang tak redup termakan zaman
Dengan bulan yang hiraukan kesepian
Demi mengajarkanku sebuah pengertian
Makna Terang walaupun berseberangan
Bermakna elok walau dalam ketaksaan
Tentang sebuah mahkota suci sang raja
Tombak gagah perkasa di tanah perang
Yang jadikan cahaya di luasnya angkasa
Komentar
Posting Komentar