Hujan singkat bulan Juli #SigapCerita



Di akhir bulan Juli, cuaca langit begitu mengganggu dan membuat diri gemetar kesal sembari melihat ke luar jendela. Hujan dan terik matahari seolah begitu akrab saat ini dan menjadi sangat menggangu aktivitas sehari-hari. Tanpa sadar merubah waktu dan waktu aktivitas diri.

Mungkin ini masih wajar karena alami buatan semesta. Dosa, kalau mengutuk seperti itu. Tapi bagaimana jika yang terjadi itu seperti ramalan cuaca menunjukkan kalau akan ada badai petir dan itu akan seharian namun yang terlihat cuaca terik dan memang ada beberapa spot awan mendung di langit sana, dan alhasil tak ada yang namanya hujan sampai malam tiba.

Hari ini dengan memberanikan diri keluar saja dan bersepeda ke kota demi makan malam dan membeli  beberapa jajanan barangkali besok adalah badai petir yang dimaksud itu. 

Mungkin saja cuaca aneh di akhir bulan Juli ini yang seolah cuaca apapun ingin keluar secara berbarengan yang mungkin saja supaya bisa bertemu dan menyampaikan salam perpisahan yang dilain sisi juga sudah menjelang hari terakhir di bumi Taiwan ini.

Selalu saja terpikir kalau gue ingin mengulang kegiatan atau hal hal apapun sekarang, sebelum kembali ke Indonesia seperti pergi ke pasar malam, makan makanan apapun, pergi dari ujung utara Taiwan sampai Selatan di sisa waktu disini.

Banyak hal yang akan menjadi kerinduan, dan beberapa hal adalah tidak bertemu aneka minuman segala macam teh yang unik dan digemari dari kalangan kawula muda sampai lanjut usia dan segala macam street food dan pasar malam yang di setiap kota wajib ada satu pasar malam.

Terima kasih Taiwan dan inspirasi inspirasi yang sering diberikan oleh alam dan semesta sekitar disaat kemanapun sedang pergi untuk bisa menikmati keindahan dan pesona semua ini atau disaat duduk di bangku taman untuk kembali peka dengan sekitar demi tulisan dan yah inspirasi dan mengalirkannya~~


Komentar

Postingan Populer