November #throwback

source: google images.


Produktif dan positif...

Harapan dan juga sebuah peluang. Kesehatan mental juga telah mekar menjadi setangkai-dua tangkai bunga Matahari yang cantik, asal kamu tahu saja. Aku masih memimpikan yang terbaik untuk diri gue saat ini, bukan gue tak bersyukur atas ini semua, tapi coba anda pikir dari sisi yang lainnya. Ini semua adalah untuk tetap bersyukur atas hidup, hidup itu sendiri. Nah, kan. Ini semua tentang perspektif.

Bad vibes, good vibes, debu-debu buatan orang, sinis penjelmaan sentimental, merusak dan berdebu yang lembab. Gue berusaha tak ingin dekat-dekat dia. Gue cukup untuk menjadi netral, tak ingin terlalu bagus, tak ingin terlalu tak bagus, karena memang begitulah roda hidup, harus berada di atas kemudian lanjut di bawah agar kehidupan itu bisa berjalan, jadilah manusia.

Gue harus tangguh, gue harus kuat, karena gue hidup untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain,apalagi orang lain untukku. Mereka kelak akan lupa padamu, gue yang akan bertanggung jawab atas kehidupan milik gue sendiri, terluka dan sembuh, terbakar dan mereda, jatuh dan bangkit, juga sakit hati dan sembuh hati. Mari bertumbuh, mari berbenah, mari tersenyum dulu.

Bulan lalu adalah fase peralihan, fase menerka-nerka suatu kaca dramatis, seperti gue yang sedang berada di dalam kereta cepat, gue diajak menoleh untuk melihat hutan, kota lalu pemukiman yang sesekali kumuh dari balik kereta cepat. Terlihat melambat padahal ini semua adalah kecepatan tinggi. Itulah kehidupan yang terkadang seperti begitu-begitu saja  padahal sudah terlalui begitu cepat.

Gue hanya mau menikmati masa kini. Perlahan dahulu dan bernafas dahulu, jangan terlalu pintar untuk ngomong doang, anda tak tahu apapun soal gue, se-ujung kuku pun tidak, anda saja belum tentu mengenal diri anda sendiri sampai sejauh ini, perhatikan dulu diri sendiri, dimulai dari diri sendiri, yuk, mulai berbenah menjadi yang lebih baik, paling tidak jangan menyusahkan orang lain.

Gue mencoba untuk sedikit selo, terkadang reaksi kita saja yang memang berlebihan padahal sesuatu yang mengganggu itu sangatlah kecil, belajar jeda, gue ingin belajar jeda, belajar lebih baik lagi dalam mengontrol diri, berdoa dan berharap, gue juga manusia biasa, yang namanya kesalahan adalah pasti. Gue adalah gue, anda adalah anda. Apa salahnya kita bertemu di tengah lalu ngobrol dan berdiskusi sambil-kopi. 

Harapan kedepannya, gue tetap ingin melaju, berjalan pun jadi, merangkak pun jadi, asal gue tidak ingin diam lalu mati di-lahap realita, kesehatan perlahan mulai gue benahi, penyembuhan mental dan psikologis, berbenah diri juga. Semesta tahu terkadang gue bisa menyenangkan dan menyebalkan, karena gue masih pemuda yang haus akan ego juga pencarian jati diri, maaf Semesta, anakmu menyebalkan.

Komentar

Postingan Populer