FREEDOM IN MAKING QUESTIONS #2

source: google images.

Gue merasa semua tak mesti terbatas.

Norma masyarakat menyebalkan,
ego ego bangsat-masyarakat penakut yang mudah terkendalikan.

Terpenjara dengan yang sudah ada namun hanya tekanan, tekanan & tekanan.

Dan kini gue mencoba memulai, melanjutkan yang telah ada.

Gue tidak pernah suka dibatasi tanpa alasan yang jelas.

Yang konyol...

Mari merdeka sama-sama.

1. Kapan waktu yang ideal untuk liburan?

2. Minuman serbuk itu terbuat dari apa sih?

3. Mengapa sih mesti ada yang namanya sentimen?

4. Apa batas dari sabar?

5. Apa yang membuat perasaan itu sendiri terpenjara?

6. Siapa sosok yang paling bisa dipercaya?

7. Apa yang membuat diri berjuang sampai begitu keras?

8. Aku percaya akan adanya kedamaian, kamu?

9. Kita berhak untuk sedih, lelah, capek, marah juga menurutku, setuju-kah kamu?

10. Pengalaman adalah guru yang paling bijak, menurut kamu?

11. Kesehatan mental penting tidak buat kamu?

12. Diri sendiri atau orang lain?

13. Korporat atau tidak korporat?

14. Bebas atau terikat?

15. Perasaan sendiri atau orang lain, jujur? :)

16. Idealis atau realita?

17. Prinsip atau mengalir macam air?

18. Apakah salah kita menjadi diri sendiri?

19. Menghargai pendapat orang lain mengapa se-begitu pentingnya?

20. Toleransi itu penting loh?



Dukungan

Gue percaya setiap orang ada langkah dan pandangannya tersendiri. Cinta, fase hidup, luka dan lain sebagainya, biarkan tetap begitu, jangan terlalu menuntut, pahami dahulu. Fase orang berbeda-beda, jalan yang ditempuh dan pilihan, kamu bilang kamu mengerti? Ego, memang kamu ada disitu waktu terjadi, dengarkan saja dulu. Suka dan benci orang lain kepada diri kita atau lainnya, gue (masih bisa) percaya kalau itu sudah dipikirkan dengan dasar pemikiran tersendiri. Intelektual orang juga berbeda-beda, persepsi dan perspektif, maka dari itu jangan terlalu menghakimi, sebab itu menyakitkan. Tidak tahu lagi jika itu hanya ego yang sia-sia belaka.  




Komentar

Postingan Populer