Februari #throwback
source: google images
Dan gue sempat lupa bahwa februari hanya 28 hari !
Down..down..down...! everywhere.
Tapi gue menghargai apa yang gue rasakan sendiri, itu bagian hidup gue dan bagian dalam cerita pada novel diri gue sendiri. Mungkin dramatis, mungkin berlebihan, bisa jadi kurang asyik gue, dan tentunya seperti tidak mensyukuri hidup. Tidak, tidak seperti itu. Gue tak mau seperti anda kalau begitu, melihat dunia dengan konservatif sekali.
Biasanya gue yang akan di judge tak konservatif padahal jarimu yang lain lebih banyak menunjukmu sendiri. Sulit sekali jika ditengah-tengah mengalaminya. Tapi kata-kata yang kurangkum sendiri berkata seperti ini; Seperti di ring tinju, disaat kau tak meninju maka kau yang akan ditinju lawanmu.
Bahkan itu tak buruk, disaat kau tertinju dan rubuh, disana adrenalinmu meningkat dan terpacu untuk bangkit, asalkan tak sampai mati. Tak sejauh itu, pingsan.
Gue menghargai sulitnya masa transisi gue sendiri. Sulit setengah mati, tapi ini warna hidup gue sendiri, ingat..! abu-abu, hitam atau putih noda juga bagian dari warna.
Gue hanya ingin berjalan di cerita gue sendiri, masa depan gue, mungkin warisan hidup gue sendiri. Gue bisa hitam dan berdosa, salah tetap salah. Gue masih seorang pemuda yang dilingkupi drama, tak bisa mengelaknya. Beri gue kesempatan, pahami gue. Jika itu datang meninju tepat di wajah gue, gue akan menangis sedalam-dalamnya, tersentuh.
Pria yang gue percaya, gue sendiri. Gue harusnya tak menyesal jika jadi gue sendiri. Gue mengerti dengan kemampuan dan batas pemikiran gue sendiri, gue hanya ingin belajar untuk lebih tenang lagi menjalani jalan gue. Cintai hidup gue sendiri dan semua tentang diri gue.
Hari besar budaya gue di bulan lalu, berjalan seiringan dengan pikiran dan batin gue yang marah besar, api besar yang berkecamuk, hujan besar di luar jendela seolah-olah seperti tak ada jendela kaca disana dan hujanpun mengalir tenang di wajah gue yang sendu penuh rasa sepi.
Flashback yang gue benci selalu membayangi gue terlalu dekat, mungkin sosok itu harus gue singkirkan, baku-hantam dan gue beri pelajaran...!
Seperti biasa, gue hanya ingin gue semakin kuat lagi dan lagi dalam makna prinsip, lebih dan melewati batas, sehat jasmani dan rohani, cepat menemukan roll gue sendiri. Dalam perlindungan Semesta selalu. Semakin tak ada jarak dengan keluarga gue sendiri. Tembok yang kita bisa mengerti, dan bisa selalu dalam vibe "memanusiakan manusia" selalu.
Good bless my ways.

Komentar
Posting Komentar