Catatan dan pemikiran #1

*livinglegend*
source: google images

Aku...


Hingga kini, aku hanya satu orang di bumi...
Dari awal sampai beberapa hari lalu, aku, dan semua pikiran yang menuntun jalanku sendiri sampai detik-detik ini, detik yang membuat aku akan dan semakin percaya inilah jalan yang akan aku pakai seterusnya, semestinya. Sebuah proses singkat yang akan panjang jika sekarang aku ulas, sebuah proses tentang pikiran, renungan, partikel kecil kehidupan dan keajaiban yang aku kembangkan dalam sebuah bentuk "aku" dalam tempurung kepompong kesendirian...

Mungkin benar kau ataupun mereka-mereka melihat aku dengan sedemikian rupa tapi sakit yang aku rasakan memiliki tujuan, takdir dan karma yang memang milikku dan sesuatu yang harus aku tebus..

Jalan yang mungkin tak lagi rapi namun semua adalah tentang struktur dan keajaiban, semua rasa sakit yang aku tahan sendiri, perih dan sakit di kepalaku. Kata bijak yang aku kembangkan yang membuat aku hidup sampai detik ini...

Aku merasa yang kini telah terjadi itu semua cocok dan menyatu dengan struktur dan segalanya, belum ada yang benar-benar sia-sia seperti ada sebuah target yang aku sendiri tidak yakin dimana target itu berada. Tapi pada intinya, ada sebuah gelombang magnet di depan aku sendiri, ini semua yang membuat aku semakin yakin.

Aku hanya seorang yang terlalu memikirkan sesuatu sampai terlalu dalam, kata mereka, dan aku juga merasakan sakit darinya, namun sesuatu yang aku lemparkan balik tak selalu tentang karena aku membencinya, namun karena "sesuatu" itu yang paling mencuri perhatianku paling banyak.

Jika segala keajaiban ini memang milikku, tolong, tolong sekali, jangan buat aku mati di tengah jalan atau pingsan ketika lari 50 putaran dan aku mulai terhempas jatuh ketika baru 35 putaran karena sengatan panas, benar, itu hanya adegan sebuah film romantis pop pada masanya. 

Aku adalah tentang ditengah-tengah sebuah semesta lain, sesuatu yang tak tampak di mataku, sesuatu yang masih aku raih lagi, ada sesuatu yang menarik diriku lebih jauh lagi dari semuanya, baik dan buruk, hitam dan putih dan aku dengan aku yang lain. Dan pada akhirnya, di suatu hari nanti adalah aku yang lebih baik dan tenang lagi dari hari ini...

Yang tak membuatku tenang...

Apa tujuanku nanti? Apa yang akan aku katakan saat sedang berbicara denganmu? Dan apa yang mesti aku lakukan dan semuanya agar dapat buatku tenang? Jangan salahkan dan juga semua aturan-aturan yang berlaku tak semestinya menjadi patokan tentang apa jadinya kita sendiri nanti...

Langit akhir-akhir tak begitu cerah, hujan yang turun tak lagi bisa kita tebak dan memang begitulah seharusnya. Semua bukan kendali dari manusia dan aku selalu percaya cerita masa lalu itulah yang adalah sebagian atau lebih yang menjadi bentukan kepribadian manusia lain atau cerita manis yang akan selalu aku kenangkan...

Aku sakit sekaligus menjadi terbiasa, akan ini semua, tak merasa cocok dengan dimanapun yang saat itu aku sedang berada, hidup yang sesuai rasa nyamanku memang semestinya harus aku usahakan sendiri, tidak karena aku begitu manja, tapi memang begitulah aku ditakdirkan dan jika kau tak ingin mendengarkannya, itu urusanmu...

Masa kecilku tak melulu indah mungkin cenderung suram pada pertengahannya, Tapi itu pilihan kita sendiri, sesuatu yang membuat kita bahagia harus kita pilih kembali dan kita akan kembali bahagia semula dan berusaha tak menyesali yang kelam yang tak menyenangkan dan menghargai sesuatu yang ada di sekitar kita.

Masa kini, segala hal mesti aku perjuangkan dari awal lagi, segala yang aku alami, ketenangan yang tak pernah aku terima harus aku rawat sendiri, orang lain tak bisa mengertinya, aku tidak begitu menyesalinya dan cenderung aku sungguh-sungguh menerimanya dan juga aku berdoa memohon yang terbaik.

Ter-alienisasi...

Aku terlalu rasional bagi sang sensitif dan aku juga terlalu sensitif bagi sang rasional, aku yang lebih suka berdiskusi tentang sesuatu, aku yang suka memikirkan sesuatu sampai sangat dalam, aku yang sungguh-sungguh saat mengutarakan pendapat dan inilah aku, sosok yang tak pernah sesuai dengan manusia lain.

Aku belajar tak menyesali apapun yang terjadi, aku belajar yang terbaik untuk diriku sendiri, sebab aku percaya setiap orang berbeda, aku juga belajar untuk mengerti dan memahami manusia lain, ketika aku berkata aku sungguh-sungguh maka biasanya alam akan bersungguh-sungguh mengabulkan permintaan bodohku tersebut.

Aku hanya sosok manusia yang lemah dalam sosial-skills atau mungkin mereka manusia yang terlalu sama sedangkan aku berbeda dan aku spesial. Kita tak harus sama, aku perbaiki segala yang telah rusak, aku berjuang untuk segala hal dan aku ingin tersenyum ketika aku melihat langit di atas sana... 

Aku mencari apa yang tidak aku tahu, aku berusaha pada apa yang akan buatku nyaman dan tenang kelak, jangan salahkan aku yang terbiasa berpikir terlalu keras dan menganggap itu buruk dan hanya sia-sia saja. Tidak, itu tak buruk, itu hal baik yang aku dapatkan dari alam yang sudah memberikan itu.

Tak ada yang aneh... hanya saja kau belum memahami dan mengetahuinya, dan mungkin, sesekali aku harus meminta maaf pada mereka yang baik padaku, namun aku begitu tertutup dan membuat situasi menjadi tak nyaman, mereka yang peduli, mereka yang mungkin hanya ingin berteman, terima kasih kalian... *senyum*

Komentar

Postingan Populer