Aku utarakan..
source: google images.
Padaku perasaan yang sama
Di balik bilik-bilik merah jambu
Hujan pilu kau melekat disana
Masih dengan melodi yang sendu
Aku utarakan..
Tak lagi ingin bersua
Dalam diam, marah yang menyeruak
Kepalsuan kepunyaan si manusia
Kini batin menggoncang 'tuk dicambuk
Jangan bilang padaku soal egomu
Egoku sudah begitu kelaparan
Ingin kuredam dan ku bakar saja
Buat apa musnah dengan sia-sia?
Haha, hidup...
Jangan terlalu senang dengan kedunguan
Kau terlalu mudah makan jasad sesamamu
Kau merasa menang tapi kau mudah lupa,
Dan jangan biasakan, kau bukan siapa-siapa
Karena alam dan hidup sesungguhnya,
Sedang terbahak-bahak melihatmu sebentar lagi akan mati konyol
Aku tak bisa biasa saja,
Aku juga tak bisa pura-pura tidak tahu
Pikiranku tak membiarkanku seperti itu
Pura-pura semua baik-baik saja
Seperti tak punya empati-simpati,
Membiasakan dengan kerusakan yang telah ada.
Dan kau malah melahapku dengan omonganmu.
Aku yang tak bisa adaptasi, tak bisa dewasa, tak bisa nikmati saja(?).
Tidak, aku punya idealis. Aku tak mau sama dengan lainnya.
Tak bisa mengikuti arus, mungkin salah mungkin benar.
Dan dari semua ini, kenapa aku yang kau anggap gila dan tak beres?

Komentar
Posting Komentar