Broken spirit
Kesepian menemani gue kemana-mana, membayangi sampai ke area privasi gue, melanggar batasan nyaman. Dimanapun seperti gue lagi duduk di meja komputer/belajar, oh tentu itu melanggar zona batas, mau makan siang/malam juga dengan tidak sopan menghampiri, mau ke toilet apalagi, wong disaat tidur aja energi itu juga menghampiri, fxckin tak punya attitude.
Urgent, ini mengerikan. Bukan karena gue selalu sendirian, big no. Beda mungkin sendirian dan kesepian, kenapa gue memakai kata mungkin? Karena gue kurang bisa menyatu-padu kata yang tepat dan please jangan di komen. Energi yang gue rancang sebagus mungkin musnah dan lebur.
Depresi yang tak didengar, "sakit" yang dianggap main-main. Perlakuan yang berlebihan dari orang lain. Bukan gue ingin mengeluh dimana-mana, gua ingin sedikit speak-up, dan pastinya mulai dari sekarang gerbang milik gue akan mulai tertutup ke-bawah, rasa melepaskan kepercayaan akan semakin tak terbuka, walaupun bersama orang terdekat, mungkin ini jalan yang lebih baik.
Persona gue yang seolah selalu ingin dibuat ulang jika di umum, tak boleh kelihatan ataupun jangan seolah minta iba terkadang sulit buat gue, bukan ingin palsu atau lain sebagainya. Terlebih terkadang satu dan lain hal adalah ini yang terbaik, tertentu lagi, ini adalah yang terbaik karena jika tidak bisa-bisa memperparah keadaan.
Musim cepat berganti, satu purnama muncul kembali, siapa sih yang tidak ingin yang terbaik untuk dirinya sendiri? Siapa sih yang bisa tenang melihat dirinya tak berkembang? Jika memang ada yang pastinya bukan gue. Gue tidak mau kau berpikir omong kosong tentang gue, semua gejolak dan semua proses pada diri gue sendiri sedang gue pertaruhkan, segalanya.
Gue tidak mati dan menyerah saja pada tahap ini, bagi gue itu pencapaian lebih baik buat gue, yah kau memang tidak tahu, personal, karakter orang berbeda-beda macam, tak ada yang sampah kecuali mulut kau yang menghasut terlalu banyak, dan yang ada mungkin kau lah satu detik itu yang tanpa sadar menjadi pondasi kecil dasar bagi penghancuran mental seseorang, syukur-syukur orang tersebut tak bunuh-diri, umm,, sorry.
Belajar lah untuk tak banyak berbicara negatif, bahkan untuk gue juga. Belajarlah kau lebih memahami dan mau untuk mengerti, minimal bisa menjadi dokter psikologi kecil bagi orang lain sekitarnya, sedikit salah-benar ulasan ini, coba nalurikan dan gunakan feeling dan kembangkan lagi, pahamkan yang bisa dipahamkan.
Dan lagi, ujaran kebencian, terlalu banyak sekitar gue ataupun dunia maya/netizen negeri ini yang seolah persona mulai kelihatan, " yang katanya " negeri ramah-tamah terbaik, seolah omong-kosong, basa-basi tak mutu dan rasa ingin tahu yang sesat kadang. Mengerikan semuanya etika yang terlalu parah, kebodohan merajalela dan close-minded yang memalukan.
Semua kesusahan diatas ataupun yang belum tertuang, adalah setitik beban yang bagi sebagian orang "kecil", jangan merasa hidup gue adalah selalu diatas dan baik-baik saja. Sesuatu itu lebih baik tak terucap karena bagi kau adalah aneh dan tak masuk akal dan disisi gue inilah bencana buruk bagi "orang macam gue" dan teman-teman -senasib lainnya ^.^
God bless..

Komentar
Posting Komentar