Throwback desember, Throwback 2018! #throwback



2019, masih aman. Syukur saja, belum terjadi apa-apa dan semoga saja tetap begitu sampai seterusnya.

Yang lalu sudah berlalu, dan yang berlalu benar-benar ada di tahun lalu.

Yang lalu sementara, tahun dimana gue lulus dari perkuliahan, tahun dimana gue juga banyak belajar sebuah kehidupan, gue yang baru, gue yang menanamkan arti senja yang baru lagi.

Tahun lalu selembar kertas banyak sekali coretan dari pulpen yang tajam namun yang tak niat untuk menulis, terlebih hanya ingin mengoyak kertas tersebut.

Sembuh dari apa yang telah terjadi memang sulit. Tapi benar itu adalah urusan gue sendiri, pelan-pelan gue harus cabut segalanya walaupun resiko kesakitan harus dialami. Setengah tahun lalu dimana adalah hari kelulusan gue, dimana juga terjadi perdebatan yang aneh namun cukup mengacaukan hari-hari gue. Tahun dimana gue bersyukur juga balik ke Indonesia demi yang baik.

Tahun dimana gue juga sempat kerja di kedai kopi terbaik, namun tak berapa lama gue cabut karena ada masalah internal gue sendiri, hanya gue yang tahu, antara sedih dan senang segalanya campur-aduk.

Senang karena gue bisa mengikuti apa kata hati demi kesembuhan dan ketenangan dari sesuatu yang telah berkecamuk lama di dalam diri gue sendiri,  yang tak ingin gue perjelas lagi kepada lain-lain orang,  karena hasilnya malahan menyakitkan dan memperparah keadaan gue sendiri karena ketidakpahaman dan sikap judgemental kaum mereka.

Tahun dimana semua sungguh naik dan turun, gue yang terlebih sering untuk merasa langit gelap, banyak belajar sesuatu, sakit hati, depresi, goncangan batin,  ataupun bersedih ria. Trauma yang berkelanjutan yang harus gue usaha lebih keras lagi dan 'menyembuhkan' 'sesuatu' itu yang bersemayam sebagai pengacau jiwa ini.

Luka yang gue terima,  pelajaran yang gue ambil dan senja yang selalu gue sapa berkali-kali di tahun 2018. Terima kasih, pelajaran terbaik yang diberikan, belajar kuat, belajar tabah dan sabar, belajar berani melangkah, belajar percaya masih ada hari esok,  terima kasih. 

Desember, engkau baik, sama seperti saudara-saudara engkau yang lalu. Engkau berikan kesempatan bisa kembali ke kampung halaman lagi,  engkau masih memperjuangkan kepada gue untuk bisa merasa warna-warni lain selain hitam ataupun abu-abu yang biasa gue rasakan sepanjang tahun. 

Sekalipun gelap, hitam ataupun abu-abu, gue tak menganggap itu buruk. Itu yang buat gue kuat lagipula warna gelap, hitam ataupun abu-abu adalah warna kesukaan gue sendiri. 

Hari ini last di kampung halaman dan lekas kembali ke Jogja lagi, kembali lagi kepada pelukan kota yang selalu istimewa ini dan semoga kedepannya semua cepat membaik. Di kota Jogja, semoga gue bisa cepat menemukan vibe-vibe selanjutnya lagi. Menemukan diri gue sendiri lebih -lebih lagi tentunya yang baik dan positif. 

Tahun 2018, gue hanya ingin senang, namun tak menghilangkan pelajaran yang sudah susah payah gue dapatkan. Ingin sehat, tetap baik jiwa dan raga dan merendah serta positif luar dan dalam. Selalu dalam perlindungan Semesta baik dan melewati tahun ini dengan sangat baik,  Amin. God Bless Me and U All! 

Happy 2019!

Komentar

Postingan Populer