Bawa aku ke pantai matahari



Permulaan#1

Mungkin benar pekerjaan kantoran bukan jalanku, bukan juga gairahku. Hidup seperti ini tak bisa digambarkan lagi dengan kata "bosan", sangat mengerikan buatku. kehidupan seperti ini sungguh tak tahan buatku. ini sungguh akan melukai hari-hariku, kebiasaanku yang mengeksplorasi kepekaan ataupun aku yang suka berburu inspirasi dan aku akan mati karenanya.

Namaku... tidak penting. Aku lahir dan tumbuh besar di salaha satu kota kecil istimewa di negeri kelapa dan surgawi. Depresi yang aku alami merenggut segala kebahagiaan dan rasa keberuntungan yang seharusnya aku terima saat ini dan seharusnya bisa dari dulu. Aku orang yang tertutup, dunia sekitar tempat aku untuk berkehidupan memang diciptakan bukan buatku. Sulit menemukan kebiasaan yang menyenangkan, teman dan kemampuan sosial tingkat tinggi.

Sehari-hari aku habiskan dengan menulis, mencoba untuk membaca, menonton film ataupun mendengarkan musik, bukan tak produktif, bagiku itu sungguh produktif, apa yang kuterima dari semua ini? Inspirasi dan lain sebagainya. Dengan belajar begini aku melatih kemampuanku dan perlahan aku berharap bisa keluar dari terkaman depresi buas,

Aku pernah bekerja magang di hotel bintang empat yang populer di negeri seberang sana, memang benar saya bertahan sampai akhir namun aku sungguh ngos-ngosan yang kudapati aku memang tak bisa bekerja begitu, aku seperti "kelelahan" namun aku paksakan untuk tetap bisa menikmatinya, mungkin begitu jalan seharusnya.

Aku yang pernah juga bekerja di suatu kafe ternama bahkan terhitung sampai negeri ini dan baru tiga minggu aku memutuskan untuk resign. Bukan karena manajemen yang buruk ataupun teman kerja yang mengerikan, teman disini baik dan suportif, namun balik lagi padaku, aku tak bisa menahan lebih lama "ketidaksanggupan" yang kualami, bertemu terlalu banyak orang membuat aku sakit kepala bahkan tertekan. Bahkan satu hari sebelum memutuskan resign aku memberanikan diri berbicara untuk diskusi dengan manajer kafe, dia orang yang baik dan cara memimpin yang sungguh "leadership". Bahkan aku sendiri berpikir kelak akan sulit bertemu manajer ataupun tim kerja yang akan sama persis seperti ini, sedih untuk terharu.

Gemilang#2

Berdiri dan diam, begitulah kata yang tepat untukku saat ini, saat dimana "situasi" sekililingku, tepatnya aku yang sedang berada di awal umur yang biasanya kata orang adalah umur yang segala hal menjadi membingungkan, umur dimana diri ini seperti sedang memegang bom waktu, setidaknya itulah pengertianku sendiri.

Aku cinta seni, aku cinta akan tidak adanya batasan dalam hal tertentu dan yang bisa menghasilkan seribu-dua ribu sudut pandang yang masih bisa sekiranya kugapai.

Tentunya kisah ini aku wakilkan dari seseorang yang tak suka terlihat, seorang kawan yang tak suka berada ditengah masyarakat dan daripada memikirkannya atau siapa dia sebenarnya, anggap saja aku, yah begitu saja.

Aku senang mengumpulkan inspirasi, aku terlalu banyak berpikir dan aku sering terluka, setidaknya itulah pemikiran orang-orang terhadapku yang terkadang cukup membikin aku untuk menentangnya.

Aku saat ini? aku melakukan ini dan itu tapi resminya, aku sedang menggagur. Berbicara impian, aku tak sama dengan kebanyakan orang apalagi denganmu. Aku tak bisa berada di kantor ataupun hal yang bikin aku bekerja monoton. Itu cukup membuatku kelelahan yang dimana terkadang hal monoton itu malah dianggap mudah ataupun santai bagi orang lain, namun ternyata aku tak bisa,

Jadi disinilah aku.

Jadi disinilah aku#3

Aku berjuang dengan apa yang ingin aku lakukan, mungkin terlihat tak ada hasilnya atau memang tak ada hasilnya, hmm... semoga tidak benar dan semoga ada hasilnya. Walaupun seni yang aku anut adalah kepercayaan " seni tak selalu berbicara uang" namun setidaknya ada sedikit uang yang bisa kuhasilkan. Menonton film, menulis puisi, menulis apapun dan membaca, itu semua hal yang bisa kulakukan untuk memenuhi egoku sendiri.

Aku takut aku akan begini-begini saja, aku takut tak ada perubahan dalam hidupku dan aku juga takut aku tak bisa menghasilkan apapun dalam hidupku ataupun tak produktif. Aku ingin hidup dari apa yang kusukai. Mungkin hal yang tepat untuk saat ini aku mulai sadar adalah aku takut kalau aku sedang takut, itu melemahkanku.

Mungkin aku harus lebih fokus lagi dalam tujuanku, Aku berusaha agar makanan yang masuk ke tubuh adalah hasil uang yang aku idamkan, hmm... terlalu dramatis. 

"Saya menghargai passion" sebuah kata dari sebuah film dokumenter yang aku tonton yang menceritakan tentang seniman seni jalanan, Banksy dan seniman artis jalanan lainnya. Yang baru aku tonton tadi siang, kata-kata yang menginspirasi dan menggugah semangat diri, kata yang diucapkan oleh Shepard Fairey founder dari OBEY dalam salah satu scene di film itu. 


Sudah begitu saja.

Tergantung di situ#3.1

Curhat sedikit: Kurang lebih sudah setengah tahun kembali ke negeri sendiri dan kini aku merindukan Turkey rice. Hmm... merindukan giat makan Sushi karena murah dan enak. Merindukan Beef noodles juga. Sulit sekali.

Namun negeri sendiri yang nikmat apalagi senja yang kemilaunya hebat sudah cukup bahkan lebih untuk bisa menutup rasa rindu itu semua apalagi aku yang kini tinggal di kota istimewa yang kuat aura "kerinduan" yang akan menempel keras di pundak dan di hati bagi siapa saja yang sudah ke kota ini, minimal empat jam atau mungkin kurang. Percayalah...

Aku bergairah mengejar rasa tercukupinya sebuah kata "produktif" bukan untuk menarik perhatian apalagi simpati, kalau mesti harus ada, baiklah anggap saja sedikit. Namun lebih pada diri sendiri yang haus akan semua itu. Aku suka dalam zona "mengembangkan diri sendiri". Aku dan "semua itu" hanyalah dunia sendiriku dan hanya aku yang mengerti ini semua dan aku tumpahkan kedalam kata "kreatifitas tanpa batas" dan tak boleh ada yang mengganggu apalagi menghentikan semua ini, kumohon jangan.

Semua yang kulakukan atas dasar, kebiasaan baik yang ingin kutanamkan pada diri sendiri dan aku belajar untuk lebih bertekad. Aku memang tak cukup baik, aku jauh dari kata sempurna dan semesta pun menyetujuinya. Namun aku mungkin sulit untuk dihentikan dalam beberapa waktu kedepan, setahun? dua apa tiga tahun? ya begitulah, aku bukan pesimis namun aku tak mau menebak-nebak rahasia langit lebih dari tiga tahun, anggap saja surpise. Namun semua itu menjadi kekuatan yang mestinya mutlak dan menempel kuat dan mengakar baja ke dalam hatiku. Sudah tergantung di situ.  

Hujan di mimpi#5

Hujan di mimpi milik Banda Neira.

Aku terinspirasi dengan kalimat dan makna didalamnya menjadikan makna tersendiri yang aku mengerti sendiri karena diramu dalam panggung state of mind sendiriku. Makna aslinya hanya Banda Neira yang tahu-menahu. Intinya makna yang aku mengerti sendiri adalah baik untuk diriku sendiri dan memotivasi diriku sendiri, terima kasih.

Mimpi yang kurasa agak sulit tercapai jika aku hanya duduk diam, walaupun memang bergairah namun terkadang nafsu untuk tidak melangkahkan mimpi itu juga terkadang selalu ada.

Rasa yang melebihi teriknya matahari dan sungguh melelahkan, dan lelah pasti terbayar, namun lelah tetaplah lelah. Terkadang aku butuh dihibur, kadangkala memang aku butuh penghiburan.

"Mimpiku" yang kadangkala jalannya sudah kering dan tandus dan juga sulit untuk berpijaknya kaki-kaki muda ini. Memang perlu "hujan di mimpi". Walaupun pengertian asli dari lagu tersebut tak begitu namun tak apalah.  

Gairah tetaplah gairah dan lelah sungguhlah lelah.

Rumpun#6

Aku kira aku telah berhasil... sepertinya begitu,

Aku sudah mulai berpacu cepat di lintasan ini, perlahan namun pasti. Hey bro... aku kira aku telah berhasil, aku begitu senangnya,

Aku mulai bisa mencintai apa yang memang seharusnya aku cintai. Aku berhasil merebut kembali hak milikku. Senyum yang manis hari ini adalah hasil dari kepahitan kemarin hari. Walaupun belum sembuh total dan hati masih teriris perih namun coba kau pikiran? Disaat kau sudah menemukan kesenangan tersendiri, walaupun kau punya seribu masalah dipikiran namun kau pasti sudah bisa mengalihkannya minimal sudah tidak buta dan terjebak di hal buruk itu, benarkan? Begitulah senangnya disaat rasa senang diatas rasa sakit dan pahit biadab ini.

Aku mulai menemukan diriku sendiri, tidak tahu nanti jika ketahuan ternyata ini hanya kepalsuan belaka, tidak perdulilah dan aku harus terus menikmatinya selagi mungkin.

Aku percaya yang sejiwa akan bertemu, yang seenergi akan bersama-sama terlarut dalam senyuman masing-masing dan juga yang seelegi akan saling berpegangan tangan melewati jembatan pohon tua dari derasnya sungai air mata ekspresi kehidupan ini. Makna rumpun yang walaupun hanya sebatas ilusi dan jauh dari realita walaupun makna mungkin dan tak mungkin hanya Semesta yang tahu.

Perangkap kesepian #7

Terkadang aku merasa sangat pintar namun terkadang juga aku merasa paling bodoh, sisi-sisi dari pengalaman setelah melihat bayangan dunia yang terkadang memperalat dan mengontrol mood kita sesuka hati, dan itu sungguh menyusahkan.

Aku berpikir berlebihan kembali, dia yang datang merayap masuk ke dalam pikiran dan membuatku tak bisa tidur lebih cepat dari biasanya. Sehingga terkadang menghasilkan hal buruk dan kadangkala juga menghasilkan inspirasi dan biasanya langsung aku catat di catatan ponsel ataupun menulis di buku dalam gelapnya malam. Namun yang kurasakan sungguh berbeda dari sebelum-sebelumnya, aku begitu sedih dan merasa kehilangan dan yang ingin aku lakukan saat itu adalah cepat melewatkan semuanya dan terlelap dalam tidur.

Kalimat awal yang aku tulis juga adalah sebuah makna dari dia yang berhasil merasuki dan membuat sarang kecil di pusat pikiranku, dia yang aku tidak tahu siapa dia, dia mungkin bayangan, dia mungkin iblis kecil dan berkekuatan kecil, mungkin refleksi kesedihan selama ini dan mungkin juga dia adalah diriku sendiri tentang aku yang menatao kehidupan ini terlalu buruk.

Aku memang tak mudah merasa kesepian, aku juga seorang introvert dan aku terbiasa dengan hal yang berbau kesendirian dan itu salah satu rahasia terbesarku. Namun iblis yang telah berubah wujud menjadi ekspresi senja masa lalu tepatnya senja pada empat tahun lalu cukup mengganggu aku sampai detik ini, bahkan telepon dari ayah yang hanya ingin melepas rindu dan berkabar saja aku bisa merasa emosional (sedih) dan begitu terpuruk, aku seperti ingin menangis dan dipikiranku hanya tentang aku, gairahku dan masa depanku dan aku begitu terpuruk.

Kalau itu adalah kesepian berarti dia merasuki dengan sempurna seperti ronin Jepang yang rela melakukan apapun dan siap melayani tuannya kapan dan dimanapun. Kesepian yang berhasil menyatu tanpa ketahuan jejaknya di dalam diriku dan itu cukup menghilangkan "aku yang semestinya adalah aku"

Aku harus bertahan dan melawan penyakit ini kalau tidak aku yang mati.

Aku tidak ingin mati muda, masih banyak yang ingin aku lakukan. aku masih ingin mencari segala hal di dunia ini. Ingin terus berkembang dalam apa yang membuatku bergairah, inspirasi dan kepekaan adalah pandangan dan tujuan yang masih akan kukejar. Bantu aku terus dalam mengejar kupu-kupu itu yang cantik dan indah, berlari terus dan tanpa sadar kupu-kupu itu membawa aku ke pantai matahari sebuah cita-cita dan aku akan terus percaya pada kebulatan hati ini, pantai matahari yang penuh rasa nyaman kelak dan disana aku telah berkembang dan terus berkembang dan aku akan percaya itu sejak saat ini.

Mungkin aku sudah butuh liburan.

Komentar

Postingan Populer