Sofamerah Sinema: Orang Kaya Baru


"Film Orang Kaya baru menyuguhkan komedi dan drama yang bisa dikatakan saling menyatu dan juga dalam perjalanan cerita terselip sindiran namun tetap segar dan jenaka, serta banyak pesan moral yang bisa diambil, bukan hanya komedi yang ngehe"

(#SpoilerAlert)

Bagian pertama: Pembuka 

Awal tahun 2019, Hadir salah satu film drama/komedi bertema keluarga yang jangan sampai terlewatkan untuk ditonton. Film karya Ody C. Harahap, memang sebelumnya belum pernah sama sekali menonton film karya beliau, jadi bisa dibilang ini karya beliau yang pertama gue tonton. Dengan skenario yang ditulis oleh Joko Anwar. Melihat nama Joko Anwar pada akhir film, gue merespon spontan "pantesan, ceritanya menarik banget".

Yah memang benar banget, film ini sangat menarik terutama dalam sisi naskah penulisan, adegan dialog yang segar dan naskah komedi dan aliran berkomedi yang berhasil yang membuat gue tersentak tertawa dan juga beberapa penonton lainnya.

Orang Kaya Baru berkisah tentang satu keluarga yang hidup pas-pasan. Namun tak berapa lama, ayah mereka meninggal, dan mereka terkejut karena tiba-tiba hidup mereka berubah kaya raya karena ternyata ayah mereka selama ini telah mewariskan uang bermilyar-milyar

Bagian kedua: Opini dan momen brilian

Di awal film kita disuguhkan dengan perkenalan cerita para tokoh-tokoh dalam bentuk realita dan konflik mereka sendiri. Mungkin sebagai patokan awal supaya kita yang menonton lebih mengerti keadaan awal para tokoh yang dibungkus dengan "konflik yang dibalas konflik dengan cara jenaka".



Film yang menceritakan keluarga sederhana  yang terdiri dari Ayah (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini) dan ketiga anaknya, Duta (Derby Romero), Tika (Raline Syah) dan Dodi (Fatih Unru) yang menjalani keseharian mereka dengan sederhana dan pas-pasan.

Konflik singkat dari kakak beradik Duta, Tika dan Dodi. Dimana Duta yang bercita-cita menjadi sutradara yang sedang kesulitan mencari dana untuk pentas teater pertamanya, juga Tika yang mengambil jurusan Arsitektur yang juga sibuk mempersiapkan diri bersama sahabat-sahabatnya untuk mengikuti lomba Fisika belum lagi Tika yang seringkali mendapat keisengan dari teman kampusnya yang cukup membuatnya selalu mengeluh setiap hari dan Dodi yang bersekolah di sekolah favorit dan selalu mendapat perlakuan tidak adil dari teman-temannya.


Nilai lebih film dan ternyata paling membekas seperti jantung yang berdetak terjadi pada awal adegan yang adalah momen dimana mereka makan bersama di meja makan sembari bercerita yang juga banyak terselip  pesan-pesan moral namun bermakna dan gue yakin ini akan menjadi bagian yang membekas. 


Seperti adegan dialog "kepala ikan " yang gue rasa memenangkan hati para penontonnya.
"kepala ikan" yang disukai ayahnya terselip makna kasih sayang orang tua kepada anaknya dan juga seperti tanpa sengaja mengarah pada arti kesederhanaan dan kebersamaan walaupun cara ayahnya menyampaikan seperti melucu dan ngeles.

“Duit kalau sedikit cukup, kalau banyak gak cukup,” Ucapan sang ayah yang simpel namun penuh makna ini, juga menjadi momen brilian selanjutnya. 

Opini: Komedi dibarengi pesan moral

Memang dari awal gue tak minat menonton film ini, bukan underestimate atau menilai film ini akan kurang bagus, gue sudah menonton trailer film ini sebelumnya, dan memang cukup menarik perhatian gue. Namun suatu alasan, karena gue lagi mencari film lain yang memang lagi ingin gue nonton dan untuk berhemat, hehe.

Film komedi dan drama yang sepintas mengingatkan gue dengan film Crazy Rich Asians ini banyak terselip pesan moral seperti arti kebersamaan dan kesederhanaan, juga terselip sindiran sosial tentang OKB yang memang dekat dengan kita namun masih terasa nyaman untuk di tonton dan konsisten pada komedinya.




Gue menilai film ini bagus dan yang sesuai telah dibahas di atas, Penulisan, dialog antar pemain yang juga jenaka yang membuat lebih gemilang ini film. Chemistry antar pemain, terutama satu keluarga ini yang menarik buat gue, apalagi chemistry Duta, Tika dan Dodi sebagai kakak adik yang bagus sekali.

Tokoh Dodi (Fatih Unru) yang sebagai adik ini terutama, yang malah membuat kagum gue dengan peran yang dia mainkan. Mengingat dia yang masih muda dan ini adalah peran Fatih Unru yang pertama kali gue lihat, first impression untuk peran dia cukup buat gue terpukau dengan acting komedi dan drama yang dia sedang perankan. 

Dan juga kolabrasi Cut Mini dan Fatih Unru yang juga ampuh menaikkan film ini lebih lagi, dari komedi yang telah di atas standard tentunya,  apalagi saat adegan drama dari keduanya yang gue suka.




Adegan drama memang mulai memuncak disaat bagian kedua atau juga tengah dan menjelang akhir cerita, penjiwaan dalam peran Fatih Unru disini termasuk berhasil karena sungguh terasa haru dan menyentuh sekali. 

Adegan komedi yang jenaka dan adegan drama yang penuh haru berhasil berbaur menyatu dengan sangat baik, film ini menyenangkan untuk di tonton bersama keluarga namun tetap di atas umur tiga belas tahun agar lebih nyaman di tonton dan juga bersama teman-teman sembari menikmati kelucuan dan keseruan di film Orang Kaya Baru ini. 

Film ini gue beri nilai melalui sudut pandang dan gue yang mendukung film-film lokal dari anak bangsa, 7.2/10






Komentar

Postingan Populer