Januari satu
source: google images
Apakah kau baru saja menangis?
Kau yang terlihat begitu lelah
Tekanan yang tergambar di air muka
Seperti berakhirnya kata-kata
Kau bilang langit adalah tentang kekosongan
Langit yang penuh awan mendung dan kau percaya akan hal itu
Kau yang bilang juga bahwa itu semua penuh kenikmatan
Dan sungguh, kau tak sedang main-main, kau sungguh percaya
Ingatkah kau pada lelucon yang aku ceritakan di suatu senja yang telah berlalu itu?
Kau yang berlagak seperti orang asing dan hanya duduk diam termenung saja?
Yah aku ingat dan seharusnya kau juga ingat... kau hanya duduk menatap kosong itu!
Kau yang diam dan duduk di teras, disaat aku berbicara lelucon, kau menatap hilang!
Semua coretan acak-acakan sekarang menyelimuti pikiranku
Foto hitam dan putih dua lembar yang aku pegang sekarang,
Membawa kabur aku kembali ke awal mula seperti gerobak es krim?
Rumah tua, gang kecil dan aroma apa itu? bersejarah... terima kasih!
Aku yang walaupun sempat kembali pada tempat dan ruang yang sama itu
Memang hanya waktu yang berbeda, namun semua sudah tak berjiwa
Semua ada jiwa namun beda, yah berbeda begitu saja... kekosongan...
Yah itu dia... aku sudah mengerti maksud ucapan kau, aku mengerti sekali.
Mungkin aku yang terlupa, aku seharusnya adalah kau
Kita tak ada bedanya kan? Maafkan aku dan jangan diingat lagi, teman?
Ingat aku kejadian-kejadian dan semua seperti partikel yang berpetualang dipikanku
Manis, seperti gula tebu, warna tua, sensasi ketakutan dan kekunoan aku dan kau!
Jangan dipikiran dan jangan ditelisik, terima kasih!
Jangan juga kau tenggelam dicampuran-aduk ini
Atau kau akan tercuci dan kembali mengulang semua
Padahal itu bukan kau, bukankah itu aneh... lupakan saja.

Komentar
Posting Komentar