Taring untuk Tarung #1 #SigapCerita



Cuma ingin bercerita saja, menulis sampai tak tentu arah, sampai tak tau lagi apa yang ingin ditulis, sampai melamun hebat, sampai kepala kosong, sampai jari-jari lelah dan mati rasa, sampai juga pada tujuan. Kemudian tanpa sadar borok kotor di hati lenyap untuk menghilang.

Gue jenuh, ingin kabur dulu karena terlalu melekat pada kehidupan sehari-hari hanya jadi medan magnet untuk segala hal negatif karena dia masih mengitari dan menguntit pada diri sendiri ini, dia hanya ingin menanam aura negatif pada gue jadinya gue kabur dulu. Menonton film tanpa tau itu apa, buku-buku yang gue beli yang menumpuk minta untuk dibaca yang gue jadi malas baca karena negatif gue selama ini menguasai gue dan gue terpuruk begitu saja. Menikmati hari sampai senja dengan mendengar cd musik sampai rileks, chill-chill dan sebagai sumber inspirasi gue untuk menulis elegi depresi dan puisi cita buana lagi.

Bodo-amat, persetan. Gue ga mau mati konyol, tenggelam bersama sisa-sisa trauma yang lalu, f*, busuk. 

Gue harus ngegocek semuanya pokoknya, tak ikuti kata baku tak apalah dam gue mesti jadi awan putih dan langit biru lagi, minimal untuk diri gue sendiri layaknya musik Phum Viphurit & Higher Brother - Lover Boy 88, yang gue dengarkan saat ini. Bahagia memang pilihan, pilihan yang sulit dan tingkat depresi yang tinggi yang jatuhnya nanti sakit demam tinggi dan kepala pusing-pusing, mati sajalah, eh jangan.

Gue jenuh, gue hanya mau berburu inspirasi dan melatih kepekaan yang itu dimana adalah hobi gue juga berguna karena bisa membunuh sensitif gue yang tinggi karena efek depresi gue dan f*&$ buat lo semua trauma-trauma ini. Memang pasti ada untungnya seburuk apapun hal namun tetap tak baik gitu loh.

Pengen tabung uang jajan pergi ke Bali, seminggu aja, sendirian. Tapi mana ada uang, hobby dan passion gue masih cemen karena belum menghasilkan uang, b*tch! 

Hidup itu baik, kita aja yang ga baik karena mudah pecah, tenggelam pada aneh-aneh duniawi. Nafsu dan Emosi gue mesti gue didik lagi apalagi gue punya kepercayaan pada Yin & Yang yang melegenda banget itu loh. Semakin jauh dan bukan diri gue sendiri sekarang eh, tapi jangan-jangan ini diri gue sendiri? Keren lah gue.

Sudahlah sisa gue simpen dulu buat nanti, emang rela bagi-bagi? 



Komentar

Postingan Populer