Sofamerah Sinema: Bohemian Rhapsody
source: google images
Kali ini Bohemian Rhapsody, film yang sudah membuat gue tertarik bahkan disaat masih "coming soon" di bioskop. Karena nama besar "Bohemian Rhapsody" dan seorang Rami Malek yang dari awal memang gue sudah suka dengan peran dia di berbagai film atau series yang dia mainkan.
Bahkan film ini cukup bisa membuat gue nonton sampai dua kali. Dan jika dari sisi gue sendiri, film ini sudah cukup menarik dari awal film dimulai. Dari seorang "Freddie Mercury" yang di shoot epic dari belakang, beberapa kucing peliharaan beliau yang menarik perhatian dan backsound musik dentingan piano "Somebody To Love" The queen yang good vibe dan menggugah semangat serta mencolok bahkan sudah nilai plus.
source: google images
"Awal film yang adalah sebuah cerita akhir yang haru namun manis dan harmoni". Mungkin gue tidak akan mengulik satu per satu bagian film, namun lebih dari sisi penonton dan sudut pandang atau yang membekas di ingatan gue.
Peran dari Rami Malek yang memukau, dia bahkan terlihat seperti seorang "Ratu Freddie", tak ada kekakuan dan mengalir, yah.. dia adalah Freddie.
"Indah, semangat, tumpahan komedi dan legendaris", namun film ini dibuat untuk manusia tentang manusia lain dan bisa dekat tanpa batasan dan tentunya bisa dinikmati.
Cerita seorang legendaris yang menarik karena film ini menyuguhkan konflik batin, ironi, kesedihan dan ego yang memang dekat dengan kita jadi film ini seolah bisa digapai oleh "manusia biasa", Legenda yang tercipta karena sudah melalui berbagai hal. Sedih, semangat dan bahagia yang bisa kita rasakan sama dan tersampaikan karena tak ada dinding pembatas.
Gue yang disaat menonton sesekali akan ikut menyanyi dan bersemangat ataupun nangis sesedih-sedihnya dan bangga sebangga-bangganya, dan memang perasaan itu hadir bukan hanya gue, penonton lain pun ada yang melakukan hal sama, sedih, menyanyi, tertawa kecil dan menghentak-hentakan kaki disaat musik mengalun. Ibarat konser tersaji didepan penonton. Itu berarti film sangat sempurna ini pesannya tersampaikan baik oleh semuanya. Konflik yang datang dan pergi memang tergambarkan jelas bahwa sang aktor utama adalah manusia yang sama dengan manusia lain seperti bukan sesuatu yang tak bisa tergapai, cerita yang menarik. \
Sampailah di bagian akhir, shoot yang banyak orang sudah tau dan mungkin bagian yang legend. Yaitu sebuah konser Live Aid dan The Queen yang epic ini, tersaji sama namun dibuat menjadi adegan menarik sekali, dan ini juga bagian yang sedih maksimal. Namun sebelum sampai di puncak ini, perjalanan cerita sebelumnya ini cukup sempurna dalam membawa kita dari konflik dan berdamai kembali seperti jembatan yang sempurna untuk mengantar kita menuju tujuan akhir yang akan membekaskan kita dengan cinta, tak terlupakan dan fanatisme kembali muncul ataupun baru tentang The Queen. Mungkin ini kebanyakan adalah lebih banyak puji-pujian dan malah subjektif tentang kebanggaan tersendiri, yah begitulah adanya. Film ini gue beri nilai melalui sudut pandang dan kecintaan tersendiri yaitu 9/10
"Indah, semangat, tumpahan komedi dan legendaris", namun film ini dibuat untuk manusia tentang manusia lain dan bisa dekat tanpa batasan dan tentunya bisa dinikmati.
source: google images
Gue yang disaat menonton sesekali akan ikut menyanyi dan bersemangat ataupun nangis sesedih-sedihnya dan bangga sebangga-bangganya, dan memang perasaan itu hadir bukan hanya gue, penonton lain pun ada yang melakukan hal sama, sedih, menyanyi, tertawa kecil dan menghentak-hentakan kaki disaat musik mengalun. Ibarat konser tersaji didepan penonton. Itu berarti film sangat sempurna ini pesannya tersampaikan baik oleh semuanya. Konflik yang datang dan pergi memang tergambarkan jelas bahwa sang aktor utama adalah manusia yang sama dengan manusia lain seperti bukan sesuatu yang tak bisa tergapai, cerita yang menarik. \
source: google images
Sampailah di bagian akhir, shoot yang banyak orang sudah tau dan mungkin bagian yang legend. Yaitu sebuah konser Live Aid dan The Queen yang epic ini, tersaji sama namun dibuat menjadi adegan menarik sekali, dan ini juga bagian yang sedih maksimal. Namun sebelum sampai di puncak ini, perjalanan cerita sebelumnya ini cukup sempurna dalam membawa kita dari konflik dan berdamai kembali seperti jembatan yang sempurna untuk mengantar kita menuju tujuan akhir yang akan membekaskan kita dengan cinta, tak terlupakan dan fanatisme kembali muncul ataupun baru tentang The Queen. Mungkin ini kebanyakan adalah lebih banyak puji-pujian dan malah subjektif tentang kebanggaan tersendiri, yah begitulah adanya. Film ini gue beri nilai melalui sudut pandang dan kecintaan tersendiri yaitu 9/10




Komentar
Posting Komentar