Gue untuk Desember

Hidup mengarahkan kita mau kemana, siapa yang tau? Kadang turun kadang naik, serem-serem enak lah kayak naik roller-coaster, makin lama menunggu roller-coasternya bergerak makin deg-degan dan pas udah melaju yang ada tinggal rasa pasrah. Hidup yang begini, terlalu menakutkan. Bisa-bisa besok sudah berubah 360 derajat tanpa meninggalkan jejak sama sekali di hari ini.

Terkadang ada momen dimana yang terlalu menyulitkan dan ga tau kapan ini berakhir, ibarat tidak ada lagi namanya hari esok. Menyakitkan sekali, sedih dan patah hati. Adapula, ada kesenangan yang juga sangat menghibur hati, mungkin bisa juga sampai kesenangan yang menjadikan kita sendiri jadi lupa diri. Namun sejauh yang gue rasakan saat ini, sudah ga ada yang kesenangan sampai sejauh itu, mungkin karena sudah mengerti akan realita dan ataupun sudah kuat dan sangkin terbiasanya untuk patah hati.

Namun begitu, semakin kita berasa kuat, ada saja pembuat patah hati yang hadir dan malah bertambah kuat, namun satu hal yang pasti. Gue belum mati, gue masih bisa tersenyum walaupun luka disana-sini, air mata belum kering dan trauma dari hasil akhir dan keadaan pasti bertambah banyak dan terpaksakan.

Teruntuk sahabat, Bagaimana kabarmu sekarang, baik? Gue yakin kita tetap sama seperti dulu. Sama berjuang, sama kesulitan dan terkadang bisa sama dalam merindu hari itu. Gue sekarang begini mungkin kalian begitu, kita adalah sama, walaupun jalan bisa berbeda, alur dan panggung kita akan berbeda dan sampai disaat kita berkumpul kembali dalam bentuk yang baru hasil tempah-rempah semesta dan kita menceritakan kembali hari-hari kita dulu dengan air muka sebuah arti ketulusan dalam senyum dan wajah cerah kalian dan gue :)

Jangan ada kata sombong, tetap berpegangan, sobat!

Dengan menulis seperti ini, gue sejenak merasa damai dan tenang. Beban hati dan pikiran seolah hilang mungkin hanya akan sementara tapi gue merasa lebih baik. 

Gue masih belum baik, kekurangan gue sungguh berada disana-sini, kacau-balau. Tapi gue bersyukur. Apa yang gue mau, apa yang gue cari, apa juga yang ingin gue lihat dan tentukan untuk diri sendiri ini. Gue belajar berani untuk real, gue jujur. Gue sungguh fight demi diri sendiri namun gue tetap belajar tak buta, mana yang baik, mana yang kurang baik dan mana juga yang namanya jalan tengah, gue belajar untuk hal ini, cinta.

Seandainya gue gagal (kemungkinan yang terlalu kecil), gue senang karena gue adalah gue dan ekor utuh gue tidak berada di tangan orang lain. Keputusan yang gue beranikan suarakan, sudah berani gue utarakan dan tanggung-jawabkan. Gue kelak sungguh akan bahagia dengan gue yang terlalu belajar memahami dan berani menjadi diri-sendiri.

Untuk alam semesta juga, maaf jika gue banyak kesalahan dan kekeliruan, gue yakin engkau melihat diri ini dengan senyuman sembari berkata ''haha, dasar anak bodoh. Namun aku sayang kepadamu anakKu". Gue selalu ingat padaMu, gue sudah pasti lemah dan remuk tanpaMu. Namun, lindungi gue, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi kuat dan menjadi diri sendiri namun versi yang lebih baik lagi, tentunya gue ingin selalu bisa produktif. Terima kasih kepadaMu sungguh alam semesta, 

Luka perlahan sejuk dan mengering. Menulis terkadang ibarat sebuah harapan dan doa, Dan hari demi hari adalah sebuah jalan untuk menuju sebuah hasilnya. Terima kasih, terima kasih Alam Semesta, mama papa, adik serta kakak tentu saja sahabat dimanapun berada serta hati dan pikiran kecil gue yang juga merasa sedih disaat gue juga sedih dan senang disaat gue bisa tersenyum lagi, dan titip salam juga ya untuk rohani, jasmani serta jiwa dan raga yah hati dan pikiran, ok cukup. 

God Bless me and u ^^>


Komentar

Postingan Populer