Percaya saja
Mungkin keadaan saat ini sungguh menyulitkan gue diri sendiri, mungkin waktu belum mau menunjukkan eksistensinya dalam menaiki sedikit roda kehidupan kepada gue dan mungkin gue seharusnya berpasrah diri kepada alam semesta dan tersenyum :)
Bukan tidak produktif, bukan juga apa yang mereka persepsikan benar. Tidak ada yang benar-benar tau keadaan orang lain selain hati, jiwa raga orang tersebut dan alam semesta. Kesakitan, Pikiran antah-berantah dan Seperti tak lagi bisa "merasakan" sudah menerpa gue untuk berkali-kali. Mati rasa yang mematikan membuat gue seperti "kebal" dengan pasir, tanah debu dan batu yang dunia ini lemparkan ke diri.
Kesakitan dan rasa ingin lari dari kenyataan saja faktanya sekarang telah menjadi kebalikan. Kesakitan menjadi kenikmatan tersendiri dan lari dari kenyataan sekarang seperti sudah direnovasi oleh pemerintah menjadi pusat keramaian di tengah Kota Taipei yang dimana keramaian adalah alergi buat gue sendiri. Ini sungguh bukan sebuah perkataan melambangkan melulu pasrah, namun cerita datar gabungan antara sudut pandang, intuisi, pengalaman, terluka, phobia dan kawan lainnya yang bertujuan mengurangi limbah pabrik kotor dan menumpuk di dalam nurani maupun raga, namun tidak gue buang sembarangan di sungai seperti para bangsat disana!
Lonceng Big Ben yang sekarang gue dengarkan (di youtube) bisa saja dan perlahan menenangkan ilusi-ilusi yang perlahan untuk hilang. Okay, gimanapun nanti apakah gaya Bohemian memang sebuah takdir dan apapun itu hanya gue yang tahu dan kata kata yang tadi gue pakai bukan mengikuti euforia semata (jadi tolong jangan merusak). Dan gue yakin dengan pasti, gue akan selamat dari bencana ini.
Gimanapun gue sedang berjuang dan walaupun jalan yang sudah diketahui dari mencari kesana-kemari adalah sungguh sulit namun bisa, untuk dipakai. Tapi sekali lagi, sulit yang tertulis adalah lebih besar dari makna itu sendiri. Dan gue lagi dalam proses mencari cara supaya jalan yang sudah ditemui menjadi bisa untuk digunakan dengan baik. Tetap fokus, seimbang, mencari orang untuk diskusi dan tukar pikiran, tenang dan memberi waktu untuk berpikir, tetap maju dalam kebijaksanaan menjadi manusia dan berdoa kepada alam semesta kepercayaan diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar