Cerita sedikit
Keinginan. Ia yang selalu menyempilkan kata-kata doa setiap kali ia menatap keluar jendela ruang hati miliknya. Duduk dan berdoa supaya hari demi hari diberi petunjuknya oleh alam semesta, keinginan jugalah yang memberi nafas dan harapan baru, hari yang baru kepada jiwanya, yaitu gue sendiri.
Gue tau apa yang gue lakuin, gue tak mau bimbang. Pencarian diri, yang lebih baik dari sebelumnya, mungkin akan lama jika ingin melaju pesat di jalur seharusnya sekarang. Gue seperti tidak paham apa yang jadi kemauan tapi dilain sisi gue seperti melihat cahaya di terowongan yang menyilau seolah sebentar lagi itu jalan sendiriku.
Mungkin saat ini lebih baik gue istirahat dulu,sekalian produktif dan mengasah kemampuan diri sendiri. mencari inspirasi, menulis, membaca, nonton film dan lain-lainya. Tetap mengasah pisau kepunyaan sendiri.
Bagaimanapun realita selalu bersebrangan dengan idealis. Seremeh apapun itu, pembelaan diri apapun.
Aku yakin kelak gue akan rapuh lagi, namun pelan-pelan keluar untuk sembuhin api di hati, pelan pelan ini akan jadi terbiasa, namun tetap berusaha untuk bisa menikmati ini dan itu. Ini dan itu yang aku senangi, aku enjoy jalanin dan berada ditengah orang-orangku kelak. Keyakinan untuk melepas belenggu tekanan-tekanan jiwa dan depresi ini, gue yakin ini semua akan ada hasilnya, "menyembuhkan yang sudah sudah".
Seperti pernah seharian tak tidur karena jam tidur yang terbalik, sulit untuk merubahnya kembali dan benar benar jadwal tidur penuh kekacauan, namun gue paksakan penuh rasa yakin menahannya supaya bisa memperbaiki kesalahan ini.
Keyakinan tetap tersimpan pada roda penghidupan serta bersamaan dengan "proses" yang akan dilalui. Tetap merahasiakan sampai kelak ia akan bertamu di rumah kita sendiri dan menunjukkan "istimewanya"sendiri terus semua akan menjadi baik baik saja, amin.
Gue tau apa yang gue lakuin, gue tak mau bimbang. Pencarian diri, yang lebih baik dari sebelumnya, mungkin akan lama jika ingin melaju pesat di jalur seharusnya sekarang. Gue seperti tidak paham apa yang jadi kemauan tapi dilain sisi gue seperti melihat cahaya di terowongan yang menyilau seolah sebentar lagi itu jalan sendiriku.
Mungkin saat ini lebih baik gue istirahat dulu,sekalian produktif dan mengasah kemampuan diri sendiri. mencari inspirasi, menulis, membaca, nonton film dan lain-lainya. Tetap mengasah pisau kepunyaan sendiri.
Bagaimanapun realita selalu bersebrangan dengan idealis. Seremeh apapun itu, pembelaan diri apapun.
Aku yakin kelak gue akan rapuh lagi, namun pelan-pelan keluar untuk sembuhin api di hati, pelan pelan ini akan jadi terbiasa, namun tetap berusaha untuk bisa menikmati ini dan itu. Ini dan itu yang aku senangi, aku enjoy jalanin dan berada ditengah orang-orangku kelak. Keyakinan untuk melepas belenggu tekanan-tekanan jiwa dan depresi ini, gue yakin ini semua akan ada hasilnya, "menyembuhkan yang sudah sudah".
Seperti pernah seharian tak tidur karena jam tidur yang terbalik, sulit untuk merubahnya kembali dan benar benar jadwal tidur penuh kekacauan, namun gue paksakan penuh rasa yakin menahannya supaya bisa memperbaiki kesalahan ini.
Keyakinan tetap tersimpan pada roda penghidupan serta bersamaan dengan "proses" yang akan dilalui. Tetap merahasiakan sampai kelak ia akan bertamu di rumah kita sendiri dan menunjukkan "istimewanya"sendiri terus semua akan menjadi baik baik saja, amin.
Komentar
Posting Komentar