perang di otak sendiri
source: google images. heart break. lissa rankin.
sakit ini tak main-main, kekacauan terjadi dimana-mana, di setiap sudut kepala, merajalela dan merusak hari-hari yang seharusnya bisa lebih produktif dan maksimal, seharusnya bisa lebih bahagia, walaupun gue mengerti yang manis-manis sangatlah menakutkan, seringnya kalah ketimbang menang, walaupun gue tahu ini melahirkan banyak kesempatan tak terduga dan pengalaman yang menguntungkan.
mencintai yang memang natural gue cintai memang tidak semudah itu, pada akhirnya, kesakitan itu semakin menjadi-jadi, mungkin memang sudah jalannya, mencintai harus dengan cara berbeda, bahasa cinta yang tidak sama, harus bisa gue terima dengan ikhlas, selama ini memang ada sedikit campur-campuran denial, bukan ingin egois tapi gue hanya ingin kita saling mencintai saja.
gue tahu dan mengerti, gue harus bisa melakukannya, orang-orang terdahulu ini ada penyakitnya sendiri-sendiri, penyakit yang sudah ada bahkan jauh sebelum gue lahir, trauma mereka, kecanduan mereka, mimpi yang mereka ikhlaskan begitu saja, tapi gue merasa mimpi-mimpi itu pasti menolak mati, menolak terkuburkan, hal ini yang membuat gue sedih sekali, tapi tidak tahu harus bagaimana lagi.
pada akhirnya nurun ke generasi berikutnya, menurun kepada anak-anak mereka, gue termasuk. pada akhirnya, berdiam diri dan menelannya hidup-hidup menjadi jalan ninja gue sendiri, pedih yang bukan main, tapi gue mengerti, mereka semua ini juga lebih pedih dan pahit, sebab mereka sendirilah yang merasakannya, mundur kena maju lebih kena lagi.
tidak banyak berbicara lagi sesungguhnya membuat gue sedih, tapi gue bisa merasa inner-child gue lebih sedih sekali, tapi mungkin ini yang terbaik, atau paling tidak, hal yang memungkinkan untuk gue kendalikan adalah keluar dari lingkaran setan yang selalu menjebak untuk menarik diri semakin untuk ada di dalamnya, di dalam lingkaran setan yang haus darah, jujur gue takut.
sudah berbatang-batang yang gue hisap, hanya untuk bisa merasakan hidup, walaupun gue dihisapnya juga, ada pertukaran yang sebenarnya tidak menguntungkan, tapi gue harus merasa untung paling tidak saat-saat ini, banyak yang terjadi, banyak yang terlalui. ada lagu-lagu enak yang cocok untuk menemani gue menangis sesegukan, banyak juga hal yang sudah gue pasrahkan, dengan tidak ikhlas.
ketakutan yang tidak pernah gue anggap remeh, jika kamu sanggup, silahkan saja, tapi jangan menghakimi orang lain yang tidak merasakan apapun sepertimu ini. cut off, jalan ninja salah satunya yang gue ambil beberapa tahun lalu, anger issues yang seolah siap memakan siapa saja yang gue rasa worth it gue habisi, sedangkan yang menjadi penasehatnya adalah self control.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar