Jurnal Film; AGAK LAEN #ENSS

source: google images. proges kepahiang - proges.id.


Agak laen..! Agak laen..!
 
Agak laen kau.. Agak laen aku..

Agak laen semuanya..! 

Film yang ditunggu-tunggu pasukan bermarga dan semua penikmatnya ternyata tembus ke dalam hati pasar Indonesia juga, sejauh ini sudah tembus enam juta lebih dari saat gue menulis jurnal kali ini, tapi memang marketing yang gila-gilaan sebanding dengan bobot yang ditawarkan dengan sangat bagus, lucu dan menyegarkan paling tidak sudah akan diterima bagi yang menontonnya.

Boris, Jegel, Bene dan Oki adalah nama yang digunakan dalam film ini sesuai dengan aslinya, komedi segar menyambut pesta besar "demokrasi" tepat sekali supaya suasana lebih adem lagi, tema unik dan pewarnaan yang berbeda bahkan menaruh iklan secara nyata adalah bentuk keberanian yang sesungguhnya, tidak mengikuti pasar sesungguhnya mereka ini agak laen.

Mengusung tema pasar malam, rumah hantu dan horor-komedi, gue sendiri sudah menontonnya dua kali adalah bentuk lain dari jika film ini membuat gue menikmatinya. Ide cerita yang sebenarnya sudah membuat penasaran namun sekaligus beresiko adalah daya tariknya sendiri, tidak ada peran tier satu disini, sudah pasti mereka yang bekerja keras di film ini adalah kuda hitam.

Berawal dari kematian caleg yang bahkan sudah ada di trailer-nya, masalah ini dimulai. Jangan terlalu serius dengan film ini, nikmati saja komedi yang ditawarkan, namun secara penulisannya, gue memang sudah merasakan jika ini ditulis dengan baik, komedi sudah bagus sekali, celetukan-celetukan khas Sumatera yang menyenangkan dan menambah daya gedor.

Drama yang ditawarkan juga tidak main-main, ada waktunya suasana drama intens begitu bersinar, hingga sempat lupa kalau ini film komedi, Oki seolah mendapat titik berat krusial dalam bagian drama-drama yang ditawarkan, ia aktor pendatang baru, eh, maaf, aktor baru datang maksudnya, hahaha. Terutama menjelang akhir, drama begitu menggoda untuk membuat air mata ini turun.

Ingat saja, jangan terlalu serius dengan film ini, jangan bikin beban sendiri yah lae, tenang saja di bangku bioskopnya, terbang-terbang kau dibuat abang-abang ini sangkin ngakaknya. Komedi yang baru kali ini gue rasakan mampu buat gue terpingkal-pingkal kayak orang sakit, (tapi memang seingat gue, dua kali gue nonton dua-duanya sedang meriang).

Penonton yang hadir juga pada ngakak-ngakak, jadi sudah pasti bukan gue saja yang menganggap film ini lucu sekali, gue saja nontonnya sekali di Bandung sekali di Surabaya, jadi agak pasti bukan orang Medan saja yang ada di bioskop ini, dan penonton enam juta sudah membuktikannya, jadi jangan banyak pikiran, beli tiketnya, bersenang-senanglah, abangda!

JOURNAL

Film lucu lokal bagus mampir kembali di bioskop, mantapnya ternyata mampu diterima masyarakat tanah air, tidak mungkin kan yang nonton semuanya orang Sumatera? Tertawa sebesar ini, siapa sangka. Engga nonton? Rugi dong. Gue nonton dua kali dan masih bisa menikmati, bisa dipastikan karya visual ini baik-baik saja.

Tembus sembilan juta adalah harapan gue, ada kebanggaan tersendiri buat karya ini, tujuh juta saja sudah bagus sekali, tapi yang lebih penting lagi buat gue, film ini bisa buat semua penontonnya terhibur, haha-hihi, suka-cita dan menggeser sedikit duka dan masalah hidup, itu rasa gue lebih berharga dari sekedar angka. TOP.

Berawal dari podcast hingga ke layar lebar, suatu pencapaian tersendiri bagi pasukan bermarga dan penikmatnya, memang mereka-mereka ini sudah berkualitas, ciri-khas sudah ada, chemistry juga sudah terbentuk, terutama bagi mereka-mereka yang dibelakang layar, angkat topi sebesar-besarnya, rispek lebih untuk abangda-abangda semuanya. 

CONCLUSION

Pewarnaan yang unik sudah dibicarakan si pembuatnya, namun gue yang menontonnya sendiri dan ikut merasakannya, menghasilkan pengalaman tersendiri, sedikit tidak terbiasa bukan berarti tidak bagus, menurut gue bagus dan tidak sampai menganggu, malahan menambah suasana dan sesuai, pewarnaan yang langka seperti ini sudah menjadi nilai tambah.

Musik khas yang sudah ada sejak awal-awal Agak Laen kebentuk, ternyata cocok jika dibawa ke film, sehingga mempunyai ciri khas sendiri, bahkan sesuai dengan tema rumah-hantu, membuat film ini penuh akan ciri-khas dan pembeda, para peran utama bermain dengan ciri khas mereka dan natural membuat film ini bisa muncul di permukaan.

Komedi yang menyukai, tapi jika boleh memilih dari kebagusan-kebagusan semua ini, gue menyukai Oki dan Jegel di film Agak Laen ini, mereka yang paling membuat gue ngakak terpintal-pintal atau paling engga pun, membuat gue tergelitik, semua hal humor dari awal hingga akhir sangat lucu dan menyegarkan, cukup mengobati pening di kepala karena masalah hidup, coba sajalah.

Penilaian sentimental pribadi: 9.6/10


 Agak Laen - Agak Laen

Komentar

Postingan Populer