Journal Film; MADAME WEB #ENSS

source: google images. detikcom,


Gue tidak ada ekspektasi apapun terhadap film ini dan awalnya juga gue tidak mengerti ini film mengenai apa, tapi rupanya ini bagian dari Marvel. Jadinya gue bukan comics-freak, menikmati film ini dengan apa-adanya, rupanya menghasilkan suasana yang baik-baik saja, malahan film ini cukup menempel di benak pribadi diri sendiri.

Menceritakan tentang dua ahli yang masuk ke hutan besar di sekitaran Peru, demi menemukan laba-laba legenda namun sayangnya salah satu dari mereka ini adalah antagonis, memiliki niat jahat yang rela membunuh semua anggota mereka juga temannya sendiri, namun sebelum ajal tiba, ia sempat diselamatkan oleh manusia super hutan itu sampai akhirnya ia melahirnya anaknya.

Cassie Webb adalah tenaga medis biasa pada awalnya, sampai saat momen ia tenggelam dan terselamatkan, namun ia merasakan sesuatu yang aneh, yang menjadi cikal bakal ia memiliki sesuatu yang unik dalam dirinya, membuatnya merasakan hal aneh yang tidak ia mengerti, ia menolaknya dan mencoba kabur dari takdir yang seharusnya menjadi miliknya.

Sampai pada titik krusial ia kehilangan salah-satu temannya, ia begitu hancur, namun yang membuat dirinya semakin hancur adalah ia sudah sempat melihatnya dalam benaknya, namun ia belum mengerti sama sekali, ia sampai mengambil cuti, namun dalam masa cutinya, dalam masa kesendiriannya, ia berada dalam proses untuk menyadari dirinya sendiri.

Saat ia mulai mengerti satu per satu halnya, ia bertemu dengan para anak-anak gadis remaja yang perlahan memiliki ikatan. Bertemu dalam garis takdir, membuat mereka terus bersama, terus berlari dari kejaran si antagonis, tentu menjadi tidak mudah, namun kekuatan yang dimiliki oleh Cassie, cukup memberikan alternatif lain dalam masa pengejaran.

Sampai demi menemukan titik terang, mereka terpaksa harus diungsikan olehnya dan pergi hingga ke dalam hutan Peru, mengikuti petunjuk dari catatan harian mendiang ibunya, ia perlahan mencari jawabannya sendiri, yang pada akhirnya bertemu dengan sesepuh dari hutan tersebut, ia membuka luka lama dan kembali ke awal untuk menemukan jawabannya.

Namun takdir berkata lain, mereka harus bertemu dan berhadapan, racun pembunuh dan penyembuh mesti berhadapan, segala cara dan siasat dilakukan, namun tidak semulus itu, si antagonis lebih kuat dan berpengalaman, namun takdir sudah ditentukan, kutukan tidak bisa dihilangkan mungkin seperti ini yang ingin disampaikan, pembukaan awal yang tidak buruk, untuk Madame Web.

JOURNAL

Walaupun mendapat kritikan pedas dari kritikus, syukurnya selama gue menonton film ini terasa baik-baik saja, mungkin karena bukan penikmat setia dan tidak ada ekspektasi, gue mengikut alur kisahnya dengan santai. memang terasa juga film ini seperti kurang gempur dan terlalu santai untuk film bertema pahlawan super, bahkan di akhir ada sebuah cut yang mengganjal.

Tapi dari sisi lain ada juga yang gue senangi yaitu mereka memiliki banyak mechandise yang unik, jika dipasarkan mungkin ada peminatnya, musik-musik keren diangkat sesuai zamannya, dan fesyen yang mampu menciptakan ciri khas itu sendiri, juga ada beberapa dialog yang gue sukai dan bridging yang gue sukai juga lumayan bagus.

Hanya saja ada bagian adegan terakhir yang membagongkan, dan gue sadari juga film ini tak sekuat film-film sebangsanya, kurang daya gedor itu tadi, terasa bosan dan terburu-buru, bahkan gue sedikit kaget kalau ternyata tidak ada post-credit, bahkan penonton yang tetap tinggal dan menunggu juga ada yang merasa kaget ternyata film ini selesai begitu saja.

CONCLUSION

Kalau sekedar film santai, Madame Web cukup gue senangi, film sambil tiduran santai-santai di hari minggu atau hari libur sepertinya enak untuk menemani waktu senggang gue, pewarnaan yang cerah dan mengandung suasana santai menambah perasaan mengenainya. Gue tidak tahu apa kata para penikmat Marvel mengenai film ini.

Banyak lagu-lagu pengiring yang menyenangkan, suasana yang dibangun sungguh seru sekali, cuma Madame Web terkesan bukan petarung di garis depan, tapi jika film ini dibuat untuk melatar-belakangi si Madame Web sebagai pelindung dan pembimbing tiga anak asuhnya, gue merasa film ini sudah cukup kuat baginya.

Apakah film ini ada hubungannya dengan spiderman gue belum cari tahu lebih lanjut, tapi kayaknya ada hubungannya dengan spider-verse, jika iya, ini sungguh menyenangkan, imajinasi melimpah mengenai spiderman seru sekali, sebab tiga anak asuhnya, si protagonis hingga tema laba-laba yang diusung cukup menggambarkan secara nyata.

Penilaian sentimental pribadi; 7.5/10


Britney Spears - Toxic

Komentar

Postingan Populer