flossing

source: google images.


tidak ada rasa bahagia di sini. gue telah bingung harus seperti apa diri harus bersikap, walaupun gue paham tentang paradoks yang dipakai dunia ini dalam permainannya. katanya harus mati dahulu agar bisa hidup, tapi itu hanya akan terjadi dengan alami dan tidak bisa secara sadar gue yang sebagai manusia ini merancangnya dengan begitu saja.

katanya harus selesai dahulu, tapi harus selesai seperti apa yang diinginkan, sejujurnya gue lelah dan muak dengan mereka-mereka, gue merasa harus selesai dengan mereka dan membuka lembaran baru agar gue bisa bisa meraih puncak yang memang untuk gue, tolong siapapun bantu gue dengan solusi natural seolah adalah guardian angel gue.

mental kepiting adalah sesuatu yang meracuni gue perlahan atau setidaknya sesuatu yang buat gue muak, paling minim, tidak ada hal positif, jangan merasa istimewa, memalukan sekali coba pikir sendiri, drain juga seolah makanan sehari-hari, dengan adanya mereka mampu buat gue mati cepat, tidak, mati terlalu istimewa bagi gue untuk merancangnya, siapa gue yang mampu merancangnya?

terimakasih untuk kalian, meng-estafetkan diri kalian yang hancur itu kepada gue, gue tidak istimewa, mengapa kalian titipkan kepada gue, gue yang biasa saja, kini jadi tidak ingin ada lagi turunannya, sekiranya-pun pasangan itu memang buat gue, dengan serius gue aminkan, syukurnya gue menemukannya, sosok yang mengerti berdua saja sudah cukup.

mereka bilang gue balas dendam, salah besar, kurang sempurna, bisa saja gue kaki tangan karma untuk mengembalikannya lagi kepada kalian, hal bodoh jika kalian marah-marah pada cermin kesayangan kalian sendiri, atau cermin di kamar mandi kalian, hal yang sia-sia, malahan itu refleksi sempurna tentang kalian sendiri, tentu saja ini berlaku bagi gue.

gue mungkin saja telah mati di dalam sini, tidak bisa gue banggakan, hanya saja gue tidak malu mengakuinya, tanpa perlu cek n ricek, dengan tidak bisa berbaurnya gue di masyarakat itu sudah cukup, opinimu ada di sol sepatu gue, opinimu bukan opium bagi gue, murahan dan masuk angin, coba kembangkan lagi dengan pengalaman terbaik, itupun jika beruntung bisa merasakannya.

langit yang indah saja tidak pernah menghakimi, walaupun ia yang paling dekat dari matahari yang terbakar, menahan itu sendirian, tapi begitulah biasanya, yang indah tidak akan pernah menghakimi, yang indahnya alami, tidak dibuat-buat mencari validasi sana-sini, senggol-sana-sini, mental kepiting, dan hal-hal memalukan lainnya dan sebagainya dan sebagainya.

Komentar

Postingan Populer