December #throwback

source: google images.


Hari ini sudah beberapa hari gue merasa drain, saat ini meriang namun tidak semenakutkan itu untuk gue rasa, tapi tetap saja overthinking yang parah, alasan gue tidak menyukai demam atau bangsa sejenisnya adalah setiap gue jatuh sakit, pikiran gue ga karuan, tidak terkontrol dan sangat mendalam, mengacaukan fungsi otak untuk segimana mestinya.

Gue nyaris bekerja di dapur kala itu, namun dalam pelatihannya, gue merasa keteteran, walaupun baru beberapa waktu gue berada di camp pelatihan dan gagal, gue merasa ada banyak ilmu yang gue serap, sampai pada waktu kewalahan itu tiba dan itu juga menjadi alasan gue jatuh sakit, fase drain yang sama sekali tidak pernah gue rasakan seperti saat ini.

Tapi tak apa, menurut gue, tidak semua harus gue lakukan, mengerti diri sendiri menjadi lebih baik ketimbang takut ga bisa diterima dalam masyarakat, "arek lanang kok, yo musti bisa." Oalah pikir gue, itu mah urusan lo, kalau gue tidak begitu menyukai kata-kata seperti itu, iya dah lo si paling keren dan semua nya circle lo.

Akhir bulan kemarin cukup gonjang-ganjing memang, tapi sekarang sudah tidak, biarlah yang sudah ya sudah, jadi pengalaman, paling tidak gue semakin mengenal diri gue sendiri dan berani mengambil keputusan tentu dalam tahap memikirkan dengan baik dan menuruti kata hati, ini perihal besar soalnya, menyerah tidak seburuk itu kok.

Hujan berkepanjangan beberapa hari ini, membuat gue tidak bisa pergi kemana-mana, mau futsal juga yang punya sedang kkn, awal tahun kemarin temen sempat ngajak keluar tapi gue lagi sibuk pelatihan, jadinya saat-saat ini gue banyak menyendiri disaat-saat lenggang, akhir-akhir ini saja yang gue lemes banget, meriang dan sakit perut hebat termasuk di dalamnya.

Gue enggan lagi berada di fase perfeksionis seperti waktu dahulu, membuat gue tidak bertumbuh dengan sebenar-benarnya, semoga kamu mengerti, sebab, itu akan melahirkan keseriusan yang semu, membuat gue seolah batu di sungai deras padahal gue bisa menjadi seperti angin atau airnya, melaju dengan menyenangkan dan menjelajah luas, kenapa harus jadi batu pesakitan?

Tahun baru ini, gue jadi berpikir, ternyata usia cepat sekali berlalu, dan gue mulai merasa cemas, namun sedikit merasa untung soalnya pada waktu-waktu sebelumnya, gue lumayan banyak mendalami ilmu-ilmu filsafat yang sesuai, namun saat ketakutan itu datang pastinya dengan otomatis pikiran gue jadi sempit sekali, semoga lekas ada jalan keluarnya.

Komentar

Postingan Populer