snowman

source: google images.


Musim panas tahun ini di Ville de Jayssie, kota di tenggara negeri Fête Paradisiaque. Nada-nada mengalun indah dari harpa yang sedang dimainkan Ron, pemuda pengembara yang sedang menyendiri dari luaran hutan di atas bukit menghadap kota yang cantik pemandangannya, Ville de Jayssie. Gubuk kecilnya berada di dalam hutan, hanya ia dan anak kambing peliharaannya yang tinggal disitu.

Sejak matahari terbit sambil petang-senja, seperti hari-hari biasa sejauh setengah tahun telah berlalu, ia adalah seseorang yang bekerja serabutan di pasar yang berada sedikit jauh, perlu untuk turun bukit yang lokasinya berada di pusat Ville de Jayssie. Dan Koy anak kambing yang biasa bersamanya adalah ajaib, ia akan berbicara dan hanya bisa dimengerti Ron dan orang-orang terpilih lainnya.

Di tengah permainan harpa, yang konon nada yang dihasilkan adalah sebuah sihir, seperti tumpahan madu di atas tanah bersalju tebal yang bersih dan putih, yang madunya berwarna keemasan seperti resin kayu yang di dalamnya terdapat serangga prasejarah dari masa lalu dan awet selamanya. Yang bisa membuat pendengarnya merasakan keindahan yang luar biasa namun tak akan pernah bisa dijelaskan kembali.

Permainan yang terlalu indah, sampai semua makhluk hutan, tupai, monyet, burung-burung di sangkar pohon dan serangga-serangga kecil akan menyaksikan tanpa berkutik ataupun berpindah-tempat, bisa-bisanya sampai akhir permainan musik itu. Ron bermain dan menikmati dengan begitu tenggelam dalam alunan itu sendiri dengan memejamkan mata.

Dan tanpa diduga, timbul angin kencang yang dingin dengan suara gemuruh di sekitaran dirinya, dan semua makhluk menjadi begitu riuh karena ada gejala alam yang tidak biasa sekaligus karena cuaca seketika menjadi dingin, dingin yang tak pernah dirasakan lagi ratusan tahun berlalu di Ville de Jayssie. Semua penghuni hutan itu kabur dari tempat mereka sekarang dan sempoyongan.

Setelah Ron tersadar dari permainan indahnya lalu membuka matanya, seketika itu juga ia baru sadar jika telah ada perubahan cuaca yang sangat dingin, ia lalu menggigil dan menggosok-gosok tangan ke tubuhnya sembari kaget dan bertanya-tanya tentang apa yang sudah terjadi, kenapa ia bisa tidak menyadarinya, apa ia baru teleportasi ke negeri lain atau maju-mundur ke masa depan dan lalu?

Ia mematung beberapa detik untuk meraba-raba sepertinya ada sesuatu atau sosok di belakang dirinya, tapi bukan manusia ataupun Koy, hawa yang berbeda membuat dirinya takut dan panik. Dengan sikap berjaga dan bersiap, ia memutar-balikan badan untuk melihat dengan mata-kepala sendiri dan meyakinkan diri, apa dan siapa sosok itu.

Setelah sudah, ia juga kembali terdiam beku, kini mereka sudah bertatap-tatapan, manusia salju di hadapannya hanya memasang wajah tersenyum, ia ingin berbicara namun rasa terkejutnya melebihi apapun dari dirinya sekarang. Namun tanpa diduga, manusia salju itu duluan-lah yang memperkenalkan-dirinya pertama-tama.

"Namaku, Bulba, salam kenal." -Ucapnya seketika

"Uh, uhmm..." -Desis Ron

"Kau yang menciptakan diriku, sengaja ataupun tidak sengaja, sebab semesta sejatinya mendukung." -Ucap Bulba diiringi senyuman yang manis.


Sejak momen itu, daun yang gugur tak akan benar-benar mati, ia akan kembali lagi menjadi energi baru untuk penerusnya, burung yang menangkap cacing adalah anugerah untuk anak-anak burungnya yang lain, seperti kutub utara yang mataharinya memancarkan sinar biru dan matahari juga akan memeluk beruang kutub dan kawanan penguin yang tinggal di negeri lain.

Dua tahun berlalu, sudah waktunya Ron mengembara lagi, ditemani Koy dan Bulba kini adalah pengikut setianya, salju di tubuhnya adalah abadi, tidak terlalu abadi sejatinya, namun air yang menetes akan bisa membeku kembali jika harpa Ron mengalunkan nada indah, terkecuali hujan, apapun asal tidak hujan, maka dari itu Bulba hanya akan membaca buku ataupun bersantai di gubuk tua Ron, ketika hujan tiba.

Selanjutnya kota lainnya, Playa del Príncipe, berada tidak begitu jauh kira-kira tiga hari tiga malam dengan kereta kuda gerbong besar yang bisa disewa dengan harga 75 Pole (mata uang negeri Fête Paradisiaque), mereka bertiga akan saling melengkapi dan menemani satu sama lain, sampai perjalanan akan tiba dalam hari-hari yang melelahkan ke depan.


Komentar

Postingan Populer