diary awal tahun
source: google images. (101 Taipei fireworks)
Hari ini gue kebablasan lagi bangun tidur, begitu kesepian sampai bangun tidur saja malas karena tahu di penghujung bangun tidak tahu mau ngapain, hahaha, canda deng. Hujan deras sepanjang hari membuat suasana dingin mencekam, hujan sebagai penyambut tahun baru, supaya tidak ada rame-rame di jalan, mampus kamu yang doyan banget heboh-heboh di jalanan, hahaha, canda lagi deng.
Jangan diambil pusing apa kata orang, kamu kan tidak tahu apa atensi-nya, sekalipun tahu ya biarin aja lah, less drama, bukan sok -edgy, tapi mending siapin segala sesuatu buat perkuat dan menyiapkan diri untuk menjadi petarung sejati sampai akhir tahun, karena kita tidak tahu apa yang akan menyambut diri kita sampai akhir tahun ini.
Semoga gue bisa lebih produktif lagi, move on dari epic moment di tahun yang belum satu hari berlalu ini, mulai membaca-baca lagi buku yang stoknya sudah mem-bukit, belajar hal baru, lebih menenggelamkan diri kepada pengalaman-pengalaman hidup yang baru, namun gue-nya juga diberikan tabung gas udara kekuatan yang penuh agar bisa lebih kuat menyelam dan bertahan lama.
Disini asyik, makanya gue ingin lama disini, belajar banyak, mau menjadi gelas antik yang kosong, belajar dari ahlinya bukan dari yang sekedar sok tahu, eh. Ya ga masalah juga sih, dibalik sok tahu orang lain pasti tetap ada yang bisa diambil, mending senyum palsu saja untuk mengendalikan diri dan situasi, karena gue tahu gue sulit berasa di-kondisi seperti itu, itulah diri gue.
Gue tak tahu apakah itu baik apa tidak baik, tapi yang gue tahu, semua ada momennya, hidup tak melulu hitam dan putih ada abu-abu, oranye, merah, kuning langsat, biru langit dan hijau daun. Merasa sedih dan menjadi sulit memang benar adanya, tapi kendali ada pada diri kita dan gue memilih menerimanya dan mengakui perasaan-perasaan tidak enak ini dan mengikhlaskannya.
Mengalahkan perasaan yang tidak di-inginkan, menurut gue personal itu kurang bijak, makanya gue menerima dan menganggap setara dengan perasaan-perasaan lainnya, walaupun tidak nyaman tapi gue tetap mencoba menikmati momennya saat itu datang, karena yang namanya perasaan itu pasti akan datang dan pergi, tidak ada yang abadi apalagi itu sebuah perasaan.
Perasaan yang barusan menjadi topik adalah perasaan yang bisa datang dan pergi, tidak semua kategori bisa masuk kesini, yaitu sebuah ego, perasaan dari pikiran atau antena-antena kita yang tanpa sengaja meresap energi yang beterbangan di sekitar kita. Maka dari itu pesan gue, kita harus sadar akan pikiran kita sendiri jangan sampai keliru dan kebocoran dalam menerima signal gelombang-gelombang yang entah darimana asal dan usulnya.
Ya, sesi curahan hati sudah kelar, harapan gue, tahun ini ya berjalan saja sesuai seharusnya, yang baik ya baik, yang kurang baik ya silahkan, yang ingin gue fokuskan seharusnya diri gue sendiri, gue yang mesti tahan banting, mesti kuat dan konsisten, punya jiwa, rohani dan jasmani yang kuat dan solid, God bless me, semesta mendukung, umur panjang untuk semua hal-hal yang baik.
welcome 21.

Komentar
Posting Komentar