Curcol Sunday
Mengontrol diri adalah sikap yang bijak menurut gue, jangan terlalu mudah menunjukkan emosi terhadap sosial karena itu tidak ada untungnya bagi diri, walaupun untuk diri gue sendiri bersosial adalah hal yang sulit, namun tetap memilih untuk bisa melakukannya dan eksis adalah bagian dari mengontrol diri, sebab sejujurnya dunia tidak peduli pada apa yang kamu alami.
Gue mencoba sekuat tenaga kepada apa yang sedang gue jalanin sekarang ini, hanya dengan melihat gue pasti bisa mengambil pelajaran, apapun itu walaupun hanya secuil. Tapi yang kadang membuat kepastian itu gagal bersinar adalah gue yang kelepasan (terlalu baik) sehingga berbagi kepada orang yang salah, dan ia dengan mudahnya memutar dan menjukirbalikkan segalanya yang pasti itu. Sial.
Yang bego siapa yang kewalahan siapa, yang unggul siapa yang urutan terakhir siapa, jangan lagi berpatokan dengan kata "baik" sebab baik menurut setiap individu pasti berbeda, menurut ia baik menurut kamu tidak, jangan merasa menjadi kaum superior yang padahal itu hanya permainan fantasi kamu saja, hanya pengingat, bukan apa-apa.
Terkadang terpikir, kenapa ya gue tidak bisa makan pedas, makan dikit bibir sakit, mulut sakit, perut mules, tapi disisi lain, di suatu budaya, negara jauh di timur sana, ada yang tidak cocok dengan yang pedas dan juga bagi mereka kalau makanan enak kenapa mesti taruh cabai? Bagi mereka biasanya karena tidak enak makanya perlu elemen lain seperti pedas yang dominan, nah balik lagi dimana tempat kamu berada. Entahlah.
Terkadang terpikir juga, apa yang gue rasakan dan dapatkan sekarang ini tidak terlepas dari masa lalu, semanis dan sepahitnya masa lalu, tidak ada yang ingin gue rubah satupun, beginilah adanya, lelah sekali, tapi paling tidak bisa menjadi alarm dan kenangan tertentu untuk gue bayangkan kembali, jika kamu bertanya, apa kamu baik baik saja, akan gue jawab tidak, apakah KITA baik baik saja?
Yang patah tumbuh, hilang berganti, sekalipun itu musim ataupun hubungan sesama manusia, yasudah jadilah demikian, semuanya berulang dan bukan hal yang baru, belajar untuk tidak panik dan mengontrol diri, bukan bermaksud menghilangkan perasaan, tapi hanya ingin membiarkan dan jadilah demikian yang memang sudah waktunya seperti itu.
Kita hanya bisa mengontrol beberapa hal saja, termasuk mulut dan sikap, sisanya lebih sulit atau memang tidak mungkin, seperti pikiran dan perasaan yang berlalu-lalang dalam diri, jadi gimana caranya? Yasudah, biarkan perasaan itu muncul nanti juga pergi lagi, jangan di kekang jangan menyangkal, nanti stress sendiri, lepaskan saja apa yang terjadi.

Komentar
Posting Komentar