Pujangga (yang tersisih)

source: google images.


Jika aku tak disini lagi kelak
Seharusnya aku telah selesai
Sesuatu yang selesai,
Sesuatu yang belum selesai.
Semampuku~
Jiwa-jiwaku telah merangkap
Pada jiwa manusia lain, selesai~
Aku tak mati, aku kuat
Aku sesungguhnya adalah kuat
Aku adalah jiwa.

Mereka yang tak suka, mungkin kalah.
Atau mungkin menang, dengan egoisme
Aku tahu aku sedang ber-fantasi
Semoga aku tak membakar cerita ini.
Sekalipun ini fiksi, aku mencintai dunia liar ini.
Tak gentar dengan fantasi ketakutanku sendiri
Aku pahlawan, aku makhluk bawah.
Mungkin telat bagi dunia,
Namun aku harus menyelesaikan kisah-kisah.

Jangan biarkan aku hidup tanpa ketakutan
Yang semestinya, biarkan dia punya tekad.
Saya berharap, ada yang tahu kelak aku dimana
Dimana aku berada, berarti dia pemilik kisah ini
Mungkin, aku tidaklah tahu
Aku tidak mengerti dunia selain aku.
Jangan menganggap aku pria baik.
Kamu akan kecewa nantinya, sebab sudah tak sesuai.

Aku cemas setiap waktu,
Gemetar selalu memakan waktu tidurku
Aku sang satu frekuensi
Semoga aku bisa memiliki kebenaran
Rasa damai berjubah kekhawatiran
Menyerupai dan menyamar...

Saya punya harapan,
Ego bisa musnah
Maka yang terburuk tak terjadi
Ego yang sensitif, ego yang penuh kehancuran
Api dimana-mana
Kesalahan yang kau manipulasi
Menjadi kebenaran yang menakutkan.
Demi aku, dari aku, untuk aku.
Jangan berpikir berlebihan
Kau kira bisa menahan ku?
Kau kira bisa buatku mati?
Dan kau kira bisa mematikan jiwaku?
Pesan manipulasi dariku, juga mengerikan
Apakah ini semua realita?
Apakah hanya sekadar fantasi?

Terlalu telat untuk mundur,
Yang terjadi, terjadilah
Tinggal petik sisi yang baik
Tinggal belajar darinya, walaupun imaji belaka.

Jangan menyesali,
Ini semua adalah untuk yang tak terbatas
Bukan masalah, bukan lagi masalah, ini hanya bagian dari sang tak terbatas.
Ada sisi, ada yang memang mesti aku lalui, walaupun (mungkin) imajinasi

Karena aku cinta yang menakutkan ini.

Komentar

Postingan Populer