Momen

source: google images

Hilang mendebu sebuah keyakinan
Merayap kilat berlandaskan sang langit
Aku yang kini disoroti terang ke-bimbangan
Merayu pelan permintaan maaf dalam doa

Setahun sudah nyaris berlalu
Penanda akhir, aku sang perintis luka
Lukaku, apakah betul adalah akhir?
Apa cuma letukan canda belaka?

Sejauh aku merasa kalau aku sudah mengerti
Semakin aku dibuatnya tersudut menyendiri kebingungan
Ucapan yang sama, namun waktu yang berbeda
Dan luka membeku seperti sama sekali tak berdaya

Aku merasa geli sendiri jika mengingatnya kembali
Merasakan momen sekaligus antara senang dan terlegakan,
Bersama menangis sendu dengan sesaknya karena terharu
Mendengar ceramah seorang pujangga suci waktu itu







Hati yang hancur kini sedang masa renovasi
Mati-matian berburu material terbaik, sebab-
Dengan kata, aku mencipta sarang
Pada tulisan, aku mulai menyerang

Komentar

Postingan Populer