May #throwback

 

source: google images. nice month.

     

jangan heran jikalau semua berjalan tidak sesuai kemauan, salah sendiri memasukkan keinginan sekecil apapun. kemunduran juga bagian dari proses jangan dengerin yang lain yang tatapannya tak sedalam tatapan diri, yang cara jalannya seolah tak ingin tahu, yang waktu berbicara ia menurunkannya hingga hilang terbawa angin.

bulan-bulan berlalu menderu dengan kencang, apakah perang akan benar-benar memasuki masa sepuluh tahun, benar-benar menginjakkan kaki tepat di sepuluh tahun, atau lebih, atau memang sudah lebih, namun yang awal awalnya gue memaklumi hingga kehilangan harga diri. kesalahan tak bisa ditolerin, lebih percaya orang lain, terkadang cinta adalah pakaian mahal yang semu yang penting.

berjalan jauh jangan pulang, kata marlo, masuk dengan persepsi berbeda untuk gue, tapi ini semestinya selesai, atau ga selesai juga gapapa. wajah dan hati yang berbeda, itu juga yang membuat realitas dunia ini menarik, gue ingin mempelajari dunia ini, ingin menuntaskan hitam kelabu yang menakutkan, yang menyakitkan, yang menyedihkan.

gemetaran saat terguyur hujan dinginnya masih lebih menyenangkan ketimbang berada di tengah-tengah gedung putih yang orang sering menyebutnya dengan kata rumah. disini dinginnya menusuk, yang perlahan membatukan tubuh dengan menyeramkan, membelalakan mata hingga ingin menjatuhkan diri ke dasar jurang terdalam.

pesulap kalah jika disandingkan dengan para eksekutif di lingkungan ini, penyihir pensiun, filsuf tertawa, pengembara tidak akan kembali lagi kesini. ini gila, air mata dengan mudah tercipta, padahal ia seharusnya murni. sutra kalah lembut dengan perkataan-perkataan yang berlalu-lalang, jerami juga kalah kasar saat menembus relung hati.

gue sempat terpikir apa gue jadi petapa saja namun gue masih jauh untuk enggan melepaskan duniawi, belajar agama menjadi tersulit sebab masa lalu masih membakar desa desa tahun ke tahun membumi-hanguskan kenangan indah di tempat itu, bangunan-bangunan penuh sejarah, lampu-lampu kota menjadi terowongan kecil dengan api-api sisa yang menyisakan sedikit keindahan.

bulan ke depan, gue cuma berharap bisa makan yang cukup, dua kali sehari, badan terasa sehat, menikmati semua minuman yang masuk, jerebu-kabut yang memulihkan perasaan, angin segar setiap sore, air bening yang melegakan, tangan yang mampu menggenggam, dimensi maya yang tidak mengendalikan, serupa gue yang senang akan kebebasan.

Komentar

Postingan Populer