June #throwback

source: google images.


Berganti bulan terjadi lagi, apa yang spesial? Lebih tepatnya apa yang perlu dikeluhkan? Oleh seorang pemuda seperti gue, kesalahan demi kesalahan terjadi, keseleo lidah, pikiran keruh tak karuan, semuanya adalah makanan ringan bagi hidup gue ini, gue ingin ada perubahan, itu bagus, tapi membenci salah satu pihak perasaan lainnya menjadi tak adil, itu sudah menjadi pegangan hidup gue.

Hari ini pikiran sangat kacau, kotor dan hitam pekat, gue begitu tak berdaya menghadapi pikiran negatif yang datang dan pergi secara bergantian, mungkin karena sekarang gue sedang drop, maka beginilah gue hari ini, menjadi kacau balau dalam menjalani satu hari ini, melelahkan sekali jika dipikir-pikir, pikiran masa lalu kembali timbul, tapi semoga ketika pulih, gue bisa berdamai dengan apa yang terjadi.

Anak muda mesti belajar yang namanya melupakan, sebab tidak semua hal harus dibawa menuju ke masa depan. Jika semuanya dibawa maka menjalani hidup ini sangatlah berat, menjalani hidup menjadi tidak mudah, padahal masa depan ada porsinya sendiri. Selain kita yang semakin kuat, ada juga hal-hal menyenangkan, tetap percaya dan ini menjadi reminder untuk gue.

Gue ga tahu, tapi gue ingin tahu, kapan trauma dan rasa sakit dari masa lalu akan pulih dan kebal, paling tidak mati rasa selamanya, ada yang bilang waktu akan menyembuhkan, tapi ada juga yang bilang, waktu tak pernah menyembuhkan apapun selain mencari cara, tapi gue lebih pada pilihan yang optimis, sebab kita akan mencari cara apapun dalam sepanjang waktu itu, atau semesta alam turut membantu. 

Adakah yang namanya pil kebahagiaan? (sebenarnya hanya untuk makna filosofis saja, karena secara sains ada pil kebahagiaan yang tentu tidak secara harfiah, dan gue pernah mengonsumsinya.) Jika ada benda semacam itu yang sesuai dengan namanya, adilkah gue memilikinya? menjadi sah kah? Tentu itu karena barang sihir dan tidak masuk akal bukan?

Bulan ini spesial buat gue, entah kenapa, sudah menjadi insting masa kecil saja, gue ingin menjadi kuat agar gue bisa meraih rasa bahagia, bahagia yang secara alami dan refleks. Luka seperti udara, ia tak pernah terlihat namun terasa dan terefleksi dalam mata pikiran, pria perlu luka, tapi jika luka itu mematikan, gue juga tak memiliki kesempatan lagi.

Semoga cita-cita tercapai, usaha gue mulai dari nol, dari pondasi yang benar-benar dari mengaduk semen, benar-benar mengganti semuanya yang sudah pernah terbawa dari masa lalu, semua kenangan itu maaf jika ada yang akan hilang, sebab gue akan merombak semuanya menjadi yang baru, yang sesuai yang di cita-citakan, entah itu berhasil atau tidak gue sudah dan akan tetap berusaha.

Komentar

Postingan Populer