Alter-ego

source: pinterest. googleimages.


Apa yang bisa gue jadikan. Terkadang ada waktu dimana hidup sudah mencapai batasnya, dan itu sering, memang akan bisa juga, jika terus mendobraknya hingga melewati batas, tapi sampai kapan mau menyakiti diri? Tentu, ini bukan berbicara melewati batas dalam konteks "berjuang untuk yang berharga" terlebih lagi tentang ke-sia-sia-an dan kemudian tersesat. 

Akhir-akhir ini semua imajinasi sudah sangat ekstrim, dengan beban di pundak, berjalan menyusuri hutan, semak-belukar, pinggir sungai demi suatu jawaban, yang gue juga sudah sadari tidak mungkin bisa ditemukan hanya dalam beberapa waktu, ini akan tahunan, sebab jawaban yang sedang dicari adalah sudah pasti sekumpulan "puzzle".

Tapi, hari sudah larut malam, gue memutuskan buka tenda, tentu dengan perasaan tidak baik-baik saja, wajah biram, luka beset dan lecet hasil buah tangan dari para perampok dan bandit di masa lalu, tentu ada yang baru beberapa hari lalu. Setelah rebahan beberapa saat, gue baru teringat, gue menemukan bongkahan salah-satu "puzzle" itu, sore tadi, itu potongan jawaban yang bisa berikan daya juang sementara.

Sebuah, sudut pandang, Alter-ego, terkadang hidup mencapai puncaknya, stuck, jiwa terbenam, mata hati kehilangan sinarnya dan ide ini datang memberikan mana penahan. Adalah tentang meniru tokoh utama yang diri kita look up padanya, biarkan imajinasi menyerap, akan baik sebab kita perlu menjadi sosok ketiga atau menempatkan diri sebagai orang ketiga (observer).

Manusia kodratnya membuat kesalahan, luka dari masa lalu, belum lagi luka pada orang lain yang kita tinggalkan membuat kita menjadi terlalu keras pada diri kita, walaupun setelah berpikir untuk merubah diri namun tetap tak mampu untuk berdamai akan hal itu. Entah karena stress yang lama tertimbun, luka-luka lama yang terlalu keras berbicara dan label masa lalu yang terlalu kuat menempel pada diri.

Sosok Tn. Lee itu yang gue pilih, ia sangat inspiratif dan bijaksana yang diluar itu dirinya sangat tangguh dan menawan. Semoga energi kecil alter-ego ini cukup bisa membawa gue bertahan dan berjalan jauh lagi, memang hidup ini tidak ada satu jalan yang benar saja, yang terkadang bisa gue rasakan sekilas akan bertolak-belakang pada prinsip, nyatanya ia menjadi salah-satu andalan.

Memaafkan masa lalu, gue bisa lakukan dan gue sering melakukannya, tapi jika ada yang menghakimi gue dan berkata gue tidak pernah berdamai atasnya, itu yang kadang membuat gue lelah dan tak sanggup mengatasi, sebab ia tak kenal padaku personal dan tentulah luka masa lalu bisa saja sangat banyak dan luka itu bisa sangat dalam, tapi itu urusanmu, gue hanya ingin menyelesaikan tugas gue satu per satu, amin.


 

Komentar

Postingan Populer