journal; 17 July
Typo itu indah rupanya, begitu juga typo-nya kehidupan, indah dalam ke-crack-an-nya tersendiri, mungkin memang begitulah adanya kalau hari-hari ini gue sedang dibawah-bawahnya, sedang mengalami kemunduran yang berarti, dan terima tidak terima, suka tidak suka, ini juga hidup gue, gue patut bersyukur, ini juga indah, jika gue dipercaya oleh Semesta untuk memiliki hidup ini.
Secara garis besar, gue sedang butuh ruang, gue memang butuh ruang. Dalam diam mencabut perban luka sembari menahan sakitnya, gue ingin lekas menyelesaikannya, ujian ini bukan untuk dihindari, sebagai mana kita manusia ingin menolaknya, tidak bisa, bukan itu cara mainnya, ini ujian wajib dimengerti, wajib bisa, wajib terbiasa dan wajib lulus, baru ia bisa usai.
Kata uncle Phil, "Hey, kita tak bisa kehilangan hal yang tak pernah kita miliki, kan? Memang tak mudah kalau sudah merasakannya dibandingkan hanya mendengar ucapan keren uncle Phil. Tapi menghibur dan menguatkan diri sendiri tak apa kan, haha. Jalani sajalah oh.. diri sendiri ini, tak ada lagi selagi diri sendiri, nanti juga lama-lama terbiasa, nanti juga nyaman, nanti juga bebas sendiri. :)
Fokus saja dengan mimpi gue yang mantep itu, ia disana sedang menunggumu sembari terus menjulur tangan untuk menggapai gue, ia percaya gue bisa, engga, kata gue aja, tapi gue percayanya begitu, sok laju saja, sekalipun finis di urutan dua atau tujuh sekalipun bukannya itu tetap indah, berjuang itu indah, seru tahu, cuma memang godaan masa muda itu besar banget, kuat-kuat saja.
Satu per satu, semua perubahan tak mungkin terjadi satu malem, esok pagi gue sudah jadi ok banget, jalani saja apa yang diberikan oleh Semesta, segala hal baik, segala yang kurang baik, disalahpahami orang, tidak dipercaya orang, diremehkan dan apapun itu, terima saja, 'kan ga ada pilihan lain, sebab entah kenapa, gue percaya jika itu yang gue dapat, memang itu pantas buat gue.
Seperti hari ini, pelan pelan gue kerjakan hanya sendiri, btw~ tadi sempat gempa, sekitar 1-2 detik, belum nge-cek artikel berita lagi gempa tadi menggambarkan apa, semoga bukan hal yang parah deh, semoga masih aman-aman saja, soalnya hari ini cuaca cukup cerah, awan dan langit begitu ceria, berkah indah yang diberikan Semesta untuk kita orang-orang sekitar merasakan.
Besok semoga gue bisa lebih feel alive, sebab gue tak ingin lagi meluangkan effort lebih untuk sebuah kesenangan yang gue persepsikan sebagai rasa bahagia dan suka cita, yang sebenarnya akan menarik sebuah kesengsaraan, perasaan apapun yang datang, gue akan belajar agar lebih merasakannya, baik atau buruk rupanya, sebab memang begitulah adanya.

Komentar
Posting Komentar