satu bagian yang perlahan mengubah gue
source: google images.
gue tak pernah menyangka, lagian... siapa akan menyangka sekelompok manusia 2D akan mampu merubah diri gue tahap demi tahap, menjadi lebih mau untuk tangguh lagi menjalani kehidupan ini. satu per satu, tidak sempurna tapi perlahan kabut ini mulai memudar dan tujuan menjadi lebih jelas daripada sebelumnya.
gue akui kesedihan dan kebahagiaan tak bisa dipisahkan, masa lalu juga memang sudah tak bisa dihilangkan, ia akan tetap bersemayam tenang di pulaunya sendiri. seorang master-jenius sudah menciptakan kapal besar ini untuk bernaung dan melewati lautan besar tak berujung. karya warna-warni yang agung untuk seukuran yang kelihatan sepele itu sangat menakjubkan.
terik matahari menjadi lebih-lebih lagi saat kita tidak mendinginkan isi kepala kita, tapi jika kita mau duduk dengan tenang sembari menikmati segelas bir dingin dan mencari spot yang tepat seperti pohon rindang ataupun ujung tepi yang ada sandarannya agar bisa lebih bersantai saat dalam perjalanan yang akan masih lama ini, maka semua akan lebih baik.
memanglah sakit, bukan berarti mesti melangkah dan meninggalkan rasa sakit itu sendirian, gue ingin (dan karena gue tahu akan hal itu) meng-embrace, menerima rasa sakit itu, tidak melupakan begitu saja seolah tak pernah terjadi seperti yang mereka menyarankan atau menyuruh atau apalah padahal sadar atau tidak sadar perkataan itu mengintimidasi, namun gue belajar sesuatu pada akhirnya.
gue belajar sesuatu... mengurangi menanyakan sesuatu ke yang bukan ahlinya, penting sekali, sebab itu tak akan menambah masalah.
kisah ini masih panjang, bahkan masih belum menyentuh setengahnya. dan gue akan selalu penasaran akan ada apa di masa depan sana, di depan sana ada apalagi untuk disuguhkan, untuk gue hadapi, untuk gue raih.
teman ada untuk berada di sisi, bukan di depan untuk mengarahkan dan merubah, bukan juga di belakang menjadi anak buah, tapi sepertinya benar, ia ada untuk menjadi support system, ada saat gelap maupun saat terang bercahaya sebab langit sedang cerah. hujan gemuruh ada untuk selalu bisa bertahan dan melaluinya bersama-sama, sejauh yang gue rasa, itulah teman!
membimbing boleh, dan sebenarnya mengarahkan juga boleh tapi bukan kewajiban atau obsesi apalagi menjadi pembenaran atas nama sesuatu yang dipercayai diri pribadi orang lain itu baik, sebab itulah yang kamu dapatkan jika kamu melangkah lebih jauh lagi, hitam dan gelap. sebab kamu tidak berada menginjak dan memakai sepatu gue, sekalipun kamu memaksa mencobanya, sepatu itu akan sobek atau kakimu cedera, sebab itu bukan takdir yang seharusnya kamu jalani.
kapal itu membawa kelompok ini ke tempat yang sama, namun tidak dengan mimpi besar dan tujuan dari orang-orangnya, namun bukan berarti tidak bisa untuk berjuang bersama meraih mimpi yang berbeda-beda, tidak 1% -pun kita mengerti dan mengetahui tentang dunia ini, yang gue tahu hanyalah sebesar dan seluas imajinasi dan isi pikiran gue, tidak lebih.
Komentar
Posting Komentar