miring sebagian
source: google images.
kemana kau akan pergi setelah ini
setelah seharian penuh kelelahan berlari
ini surga dunia, jangan terlalu lama berendam
atau kau tidak akan bertahan sampai matahari terbenam
tapi tak masalah jika kamu sedang butuh sekarang
siapa yang tahu soal apa yang ada di belakang
tak ada yang menjadi mudah dan semakin jarang
beranjak dewasa terkadang menjanjikan dan panjang
siapa yang menjadi berhak untuk menghakimi?
oh tentu saja mereka berhak dan penuh percaya diri
namun menjadi pilihan kita untuk pergi dari sini
menutup telinga, tersenyum dan teguhkan saja pribadi
jika daya imajinasi mati apalagi yang akan tersisa?
yang tersisa adalah menjalani hidup dengan penuh terpaksa
diantara puing-puing pecahan mimpi masa lalu apalagi yang tersisa?
yang tersisa adalah penyesalan seumur hidup mulai menghantui dengan sia-sia
obsesi bodoh ini milikku, perlahan menggiringku menuju alam baka
maksudnya, sampai di ujung hari dan tak lekas aku lepaskan, aku benar-benar tiba-
dan menderita dan penuh dengan hal sia-sia dan penuh hal bodoh ikut terbawa
sebab ini peninggalan masa lalu yang masih melekat di aku yang hari ini, esok dan tidak akan lusa.
baca dan telisik kisahku di layar laptop jangan selalu di ponsel sebab aku tak mengizinkan
tak ada yang benar-benar rata jika disana, perasaan dan keindahan menjadi miring sebagian
aku berusaha memperhatikan apa yang harus di piringku, setiap kata, yang mewakili perasaan
seperti juni yang sebentar lagi, ia sosok yang spontan, warna abu-abu, bersembunyi seperti bayangan
apa yang aku berikan, apa yang aku rasakan, semua yang aku temukan menenangkan gelisah
cd musik masih tersimpan di kotak merah muda yang aku timbun dari semenjak kuliah
di sana mewakilkan budaya dari belahan dunia yang aku tuangkan pada secangkir teh
setiap kaca plastik mewakili perasaan, mewakili keindahan dan mewakili keluh kesah
Komentar
Posting Komentar