keributan jangan disini ya
source: google images.
Beberapa hari ini, hidup berjalan sangat luar biasa, pengalaman hidup seperti ini cukup dirasakan kali ini saja, biarlah yang spesial dirasakan cukup sekali, sesuai namanya, spesial berarti satu kali, sisanya harus berjalan normal, seperti manusia pada umumnya, seperti bersepeda di dalam perumahan dengan jaket abu-abu dan topi kuning Nike, sepeda putih dari toko barang bekas biasanya awet.
Gue ingin keluar dari lubang kelinci yang memang sudah ada dan digali dari gue kecil, kebiasaan-kebiasaan ini sudah melekat sempurna, lebih dari tujuh tahun sudah bisa dipastikan itu nyata, sudah menjadi realita kehidupan gue, disana lembab, dingin walaupun tidak beku, sesekali hangat saat musim panas, akan sampai kapanpun sebab tidak ada pilihan, hanya ada musim hujan ataupun musim panas.
Baterai ponsel gue sudah lemah, dipakai dan bertahan sudah lebih dari lima tahun, memang dijanjikan saat promosi di toko ataupun brosur, jikalau ponsel buatan terbaru di masanya ini adalah baterai yang kuat, gue percaya saja itu sungguhan, tapi bagaimana jika itu dari pengaruh luar, tekanan, permainan, media-media dan aplikasi yang banyak, virus terutama, ponsel ini sudah mencapai batasnya.
Terimakasih untuk ponsel yang gue perjuangkan sendiri, dengan gaji anak magang, yang gue atur sedemikian rupa dari kebutuhan pokok sampai yang mendadak. Kini gue sedang menginvestasikan dengan perhitungan terbaik yang gue bisa, untuk mendapatkan ponsel baru lagi, demi keberlangsungan hidup sosial yang sebenarnya gue tidak suka-suka amat.
Lihatlah, ada di umur-umur tertentu, sosial itu tidak ada lagi pada bagian hidup gue. Sebab tidak ada jalan pintas antara kecerdasan menuju kebijaksanaan..
Sebab seperti kisah ponsel ini. Kenapa? kenapa, tidak kamu hapus saja semua menjadi nol dan mengulang setelan pabrik untuk ponselmu itu, paling tidak mengurangi beban dan memperpanjang sedikit usia ponselnya. Tidak mungkin, tidak ada jalan pintas seperti itu, bahkan tidak masuk akal. Biarlah ia disana, yang sudah membentuk kisah hidup tertentu. Hargai yang pernah ada, pulihkan.
Semua yang terlihat mata sungguh belum tentu itu kebenarannya, jiwa muda membuat semua kelihatan sempit, walaupun gue percaya itu, tapi untuk melewati masa ini, tidak pernah bisa, mau tak mau memang harus dilewati, terkadang untuk mempelajari suatu hal kita mesti berada di dalam badai tersebut, untuk menemukan sesuatu, dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sendiri.
Tapi ini semua hebat, terlalu hebat, masa depan siapa yang tahu, biarlah ia datang dan kita menunggu sembari mempersiapkan apapun yang bisa kita persiapkan, yang berlalu semestinya tetap disana, tapi hidup tidak se-ideal itu, kita perlu pamit dengannya kalau tidak ia akan bergelantungan di salah satu kakimu atau pundakmu atau tidak keduanya tapi ia mengikutimu sembari berceloteh yang ia rasakan.

Komentar
Posting Komentar