jam roleks.

source: google images.

Hidup disini itu keras, tak susah tak makan, contohnya. Tapi gue akan pulang setelah permainan itu usai, kembali pada perulangan, kembali pada luka-luka yang indah dimana itu semua bermunculan, kaca pecah dan piring pecah apa yang membedakan? Tidak ada. Itu dia, namun jika harus ada perbedaan, maka hanya akan merumitkan diri gue sendiri untuk mencari-cari alasannya.

Air mata yang jatuh ke tanah kering tidak lekas menyuburkannya. Bahkan belum menyentuh tanah, ia sendiri telah usai sangkin tipisnya (palsu). topeng tersenyum milik warga-warga amatlah mengerikan, serigala berbulu domba terlalu normal bahkan gue mesti berbulu serigala juga untuk setara, lawan yang setara, mau bagaimana lagi.. Itu yang mesti dilakukan.

Pada awalnya gue merasa ini hanya satu atau dua butir obat saja, kepala ini panas tidak terima akan perlakuan, tapi semakin berjalan, semua tampak sama, sepertinya memang seperti itu cara mainnya, bukan gue bodoh tapi gue hanya ignoran pada awalan-nya, gue tidak ingin menerima itu sebagai realita awalnya sebab terlalu frontal dan tidak masuk akal, tapi pada akhirnya gue mengerti.

Disini itu apa yang dikejar? Sepertinya pengakuan atau menutup aib dan tragedi sendiri, siapa yang tahu? Menyebalkan, tapi dibalik itu semua, gue akui panorama begitu indah, angin pantai yang sejuk, walaupun sesekali hujan deras turun secara absurd, memakan makanan beragam dan enak adalah salah-satu self-healing gue dan langit senja biru oranye juga memukau mata, walaupun peringkat tiga dalam hidup gue.

Mereka akan mengejek gue sampai gue layak bagi mereka, tapi terlalu lambat sebab gue sudah hampir sampai di tali garis finish dan se-segera mungkin menyudahinya, sebab gue ingin menang, gue tidak peduli dengan pengakuan sejenak, pengakuan yang palsu dan pengakuan yang tidak penting, gue elit, gue tidak sama dengan mereka, gue yang terbalut outfit yang tidak menarik dan aneh, itu saja yang membuatnya tenang.
 
Pisau tidak hanya dipakai untuk memotong tapi bisa menusuk kulit jika tidak hati-hati, pantang silap, disini orang makan orang, walau tidak sebanding dengan kota kotor nan kumuh di utara, tapi bisa seimbang jika mau dibandingkan, sebab disini juga utara, bahkan tengah, timur, barat dan tak dikenali. Tulus yang gue tahukan hanya dia yang pandai menyanyi bukan ia sebenar-benarnya ia.

Harga patung manekin di toko itu beserta pakaian dan pernak-perniknya masih jauh sekitar enam belas kali lipat dibandingkan harga diri seorang yang sama di tanah kering ini. Gengsi walau besok tidak makan nasi mungkin tak masalah. Penghakiman-mu dan merasa superior dirimu hanya karena merantau padahal hanya seberang pulau, renungkan saja.

Komentar

Postingan Populer