Monako.

source: instagram

Idealnya manusia seperti aku, literasi milikku sendiri & kekacauan milikku sendiri. Sampai kapanpun, suaranya akan tetap seperti bayi, dipandang sebelah mata oleh ibunya atau bagi orang orang yang buta akan idealnya kewarasan yang ideal. Kegilaan dalam diam, karantina gila-gilaan. Menikmati hari & sore; Menguasai diam, menguasai titik, menguasai koma. Dan selamat dari mati yang nyata. 

Aku percaya. Semua yang telah terjadi akan kembali, kembali seperti semula. Sedia kala, yang menjadi selimut hangat, dalam kenangnya malam. Bintang tetap bersinar, seribu, dua ribu, sejuta. Yang panas akan alu coba selamatkan, tapi jika dia tak berkenan, maka memang seharusnya dia seperti. Dia akan tetap panas, tetap panas melebihi tenggelamnya matahari, hari terakhir sebelum esok. 

Kucing hitam yang berdebu, kasihan dia. Tidak, pedulikan saja dirimu sendiri. Dia Kevin & dia sedang bersenang-senang, & kau tidak terlalu tahu apa-apa, perhatikan saja nada-nada kamu, aku perlahan meninggalkan kamu tapi aku takut kau malahan setengah mati malu, karena kamu tidak tahu apa-apa tentang kenyataan, kewarasan dan dunia akal. & aku lebih amatiran ketimbang guruku. 

Mumpung aku belum pulang. Dan frekuensi masih sama, tenang aku baik baik saja, aku bahkan belum menenggak satu kaleng bir. Aku akan minum jika aku mau tidur, kamu hanya belum terbiasa, tahan disitu aku akan kesana. Sebenarnya aku risau juga cemas dengan yang terjadi belakangan ini, aku hanya bisa lebih waspada. 

Warna kuning perlambang senja, darimana bisa jadi seperti itu? Siapa pencetusnya?  Hidup terlalu kemilau jika harus dipatok- patokan. Tapi karena aku peduli kesehatan mental kamu, baiklah, aku akan berlagak tidak tahu, pura-pura tak mengenalimu, silahkan jalan melewati aku lebih cepat. 

Aku gagal di pulau padat, tidak, pulau padat yang tidak berhasil mengorek emas berlian-ku. Aku harus percaya diri, aku se-berharga itu, aku dan dia hanya beda frekuensi, beda dunia, aku tak salah, dia tak salah, hanya beda jalan. Menahan sedikit luka untuk membuka jalan, cerita baru, cerita senja baru yang lebih baik, aku akan menemukan cinta-ku, rumahku yang baru. Kisahku akan lebih baik lagi, sabar, satu per satu.

Negara mana yang masih selamat dari virus pengganas menyebalkan ini? Semoga senantiasa begitu dan yang lain lekas pulih, setelah itu terjadi, sadarlah wahai kaum, alam sakit, kita sepatutnya dari awal memang harus peduli. Jangan apatis, jangan bangsat, ibu bumi -ibu kamu juga, ibu aku juga, ibu kita juga. 

#phonediary

Komentar

Postingan Populer