February #throwback
source: google images.
Banyak tragedi yah... Terlalu banyak sekali tragedi bulan lalu, sampai capek hitungnya. Hidup ataupun perihal dunia memang sulit diterka apalagi diprediksi. Sebentar seperti ini, nanti sudah beda lagi. Hanya perlu satu pukulan "bum", maka semua akan berubah lagi, jadi lebih baik atau jadi lebih buruk sementara.
Yang sensitif mungkin gue takut membahasnya, entah takut apa pun gue tidak tahu, intinya gue hanya ingin berhati-hati. Gue tak merokok, jadi gue tidak tahu caranya menenangkan beban pikiran atau kecemasan hanya dalam sesaat seperti yang kau lakukan. Gue tak pernah kepikiran ingin menjadi raja, apalagi menjadi pemenang yang hal-nya dilakukan dengan cara melukai orang lain pakai ego semena-mena. Gue hanya ingin jadi diri sendiri apa adanya. Jangan usik gue tapi. Lebih dari itu, gue tidak peduli.
Intinya begitu, tak terjadi bukan berarti gue omong kosong, hei, gue kan manusia, sesuai yang selalu ingin kau sematkan dalam pikiran jahat-mu saat ingin membungkam gue karena ego-mu tersenggol, namun hanya berani di dalam pikiran, dasar cenes! Yah karena itu, gue bisa tak sengaja terlupa, salah bertindak, skip. Tapi pada dasarnya gue itu ya selalu ingin apa adanya, kalau lupa? Gimana lagi.
Luka gue tak ingin gue dewa-kan, makhluk lain punya luka-nya juga. Tapi bukan juga dong, gue kalau lagi ingin cerita apa curhat, minta pertolongan, kau menjawabnya seolah-olah gue tak pernah mikirin orang lain juga seperti itu, yang egois siapa sih sebenarnya? Itulah sebenarnya menjadikan gue sudah malas terbuka, always kena judge. Tapi ga cerita, kau-nya bilang jadi orang jangan tertutup kali, merasa gue ga anggap elu elu pada sahabat gue, padahal u guys, act like sht.
Tulisan-tulisan gue barusan, menggambarkan perasaan gue juga, sedikitnya adalah terpuruk, juga yang gue rasakan bulan lalu, i not always care, but i just want to sharing, sharing is caring, and my deep down inside -feeling, feelings (hurts, a scratch, broken feelings) that have been buried for a long time, i want to let it evaporate. Bukan berarti gue memberikan perhatian, bukan juga peduli, hanya ingin membiarkan sampah-sampahnya yang terhempas kesini, dan tak sengaja masuk ke hati, pikiran dan jiwa menguap.
Ego yang melukai, suram. Jangan jahat jahat lha sama orang (noted buat gue juga), karma itu selalu activated mode lho guys, gue banyak salah juga, mungkin karma sedang menata gue, saatnya gue membayar juga, mungkin hukuman masa lalu, kelahiran yang lalu (Buddhism), beri gue jawaban, beri gue kepastian, gue hanya ingin itu. Kau mau menang, menanglah gue tidak tertarik dengan itu.
God Bless...
Doa dan harapan dari gue untuk gue & untuk sekitar. Semoga semua makhluk hidup berbahagia, buat gue kuat, gue pantas, gue layak, semua akan baik-baik saja, gue dan keluarga kecil gue sehat dan sejahtera selalu, tak henti-henti merefleksikan hal dan aura positif, senyum dan perlahan. Harapan selalu ada dan tentunya. Sabar, satu per satu.

Komentar
Posting Komentar