January #throwback

source: google images.


Mungkin gue yang kurang berkata-kata baik untuk diri sendiri. Mungkin gue yang kurang baik dan kurang peduli dan kurang perhatian pada diri sendiri. Omongan dan ego orang lain gue lahap habis-habis, terlalu baik. Sekarang yang sakit siapa? Yang harus bereskan semuanya siapa lagi? Gue lagi gue lagi.

Kini gue ingin sembuh. Gue harus menjaga hati ini baik-baik. Yang boleh masuk perlu tanda kayu. Gue rapuh, yang boleh tau hanya gue sendiri. Bukan jaim, apalagi sok hebat. Tidaklah, daripada diinjak-injak. Tidak semua orang sebaik dan setulus itu, tidak semuanya telah ada akal, tidak semua memiliki kewarasan serupa.

Gue pantas, layak. Bukan sedang menghibur diri-biasa saja (yang biasa bisa saja sebuah kepalsuan), tapi realitanya memang, gue bisa, gue pantas, gue hebat, yang telah mereka katakan hanya sebuah pikiran jangka pendek (masih sopan), mereka yang hanya omong-omong seperti kemabukan (masih sopan).

Tidak selamanya tujuan akhir adalah menjadi seorang pemenang, bukan berarti harus bermimpi yang buruk, maksud gue, jadi diri sendiri, jangan mengikuti pasar (yang jiwa juga memang tidak menginginkannya), jangan ikuti yang fana. Biarkan semesta bekerja untuk kita. Gue tidak sempurna, justru itulah kesempurnaan solid buat gue, ego tak layak mengontrol gue untuk menjadi pemenang. 

Hidup beda-beda, konsep hidup beda-beda, prinsip dan nilai hidup beda-beda. Kecocokan manusia-manusia juga berbeda. Bumi tak berputar untuk kita, semesta raya tidak mengasuh kita saja. Apa salahnya menjadi salah, apa salahnya menjadi gagal sesekali, dua kali, tiga kali, empat kali. Secukupnya, menikmati hidup. Perlahan maksud gue, kan kita sama-sama tahu roda itu berputar kan?

Sabar Alfon sabar, satu-satu. Perlu di-camkan, konsep "gagal" buat gue mungkin berbeda dengan konsep "gagal" milikmu, milik khalayak ramai. Gue kurang pandai mengeluarkan kata-kata agar sesuai dengan jalan pikiran, pemikiran, konsep pikiran, pola pikiran. Makanya gue kepingin, kelak bisa untuk bercerita dengan yang se-frekuensi, sedikit saja. Karena hanya perlu perasaan yang sama, merasakannya saja sudah cukup. Sayang belum ketemu.

Gue harus peduli dengan gue sendiri. Membangun pondasi sendiri, yang kuat. Untuk diri sendiri, untuk hati, agar nurani jadi tak hilang arah. Self-love yang gue miliki perlu ditingkatkan lagi. Jangan peduli lagi dengan yang orang bilang, hanya celoteh, dilecehkan dan negatif. Bukan berarti tutup kuping untuk segala yang baik. Karena jika hancur lagi, yang merawat dan menjaganya kembali seperti semula hanya gue, h a n y a  g u e .


Doa gue untuk bulan yang ini, makin kuat. Untuk kali ini singkat, biarlah semesta bekerja buat gue, dengan usaha diri sendiri juga, sabar, senyuman, tidak baik-baik saja itu baik. kalah ya sudah, coba lagi besok, ok.

Komentar

Postingan Populer