Four seasons

source: google images.


WINTER HEALING

DECEMBER POEMS//JANUARY & FEBRUARY REALITY

Ketika mentari mengatakan terlalu cepat
Dengan kamu, yang sendu seperti awan
Menjadi sangat beku melebihi dingin.
Pada saat itu, aku memang kesepian
Tersesat, sendirian, sejujurnya aku menyukainya-
Merasakan kesendirian, suram & tak berkhayal
Merindukan kesendirian runtuh di Taiwan
Tak pernah ada sesiapapun pada saat itu
Menikmati mati, yang aku kira akan mati-
Aku kira aku akan merasakan mati-
Justru aku rupanya tak jadi mati.
Kehampaan menjalani hidup &
Menghabiskan keseluruhan akhir tahun
Dalam kesepian di musim dingin.

FLOWER BLOSSOM

SMOKED MARCH//I DON'T KNOW APRIL OR MAY

Akan jadi sangat lama & memakan waktu,
Keindahan ini yang hanya sementara...

Giring aku menuju kesempurnaan
Ilusi sementara keinginan yang fana
Pelangi mana yang tidak indah,
Di musim yang penuh pengharapan seperti ini

Tak lagi pernah terlihat senyum di wajahmu
Lelah-lah kamu yang selama ini menangis
Kesenangan sejati, hanya ada di dalam pikiran
Hal kecil, rasa bersyukur, hanya kita yang bisa menentukan-nya.
Adakah aku berada di hatimu?
Walaupun aku tak pernah baik buatmu
Tetapi, aku selalu menyimpan harapan ini dalam-dalam
Tak perlu balasan, aku menyukai perasaan tak pernah ada seperti ini.
Karena aku tak ingin merasa bersedih lebih larut lagi, setelahnya...
Hati yang membiru tak boleh di saat semua sedang merah muda
Yang aku tahu, kebersamaan hanya milik orang lain
Perlahan aku mudah untuk menikmati-
Perasaan yang selalu aku hindari.

Aku tak akan lagi berada di sana
Yang hangat, yang indah...

Yang memanjakan mata.
Dan tak pernah dikenal,
Waktu itu aku masih muda
Dan jalan terasa sangatlah panjang...

Serasa semua akan siap-siap 'tuk runtuh...
Harapan dalam diri tak sejalan dengan support system dari luar... (sesuatu yang sedang diberikan semesta).

SUNNY DAY

JUNE AFTER THAT JULY//AUGUST-LIFE IS NOT EASY

Hidup tidak mudah, harapan tidak selalu tersedia
Mereka yang menyiram bensin pada perasaan amarah
Yang juga merobek hati yang sudah terlanjur sakit hati
Hanya memperparah sebuah perasaan kesepian 

Aku tak ingin menyalahkan se-siapapun lagi...
Yang sudah terjadi, terjadilah...

Mungkinkah masih ada harapan?
Membuka pintu, keluar sejenak menikmati udara segar
Ingin kabur sejenak dari suramnya ketakutan
Tak ingin lagi terjebak dalam pikiran berlebihan yang mendalam
Karena aku selalu saja seorang diri,
Beri aku jeda untuk tidak mengetahui apapun.
Buat aku baik-baik saja di hari ini.

Jangan beri aku penglihatan apapun,
Dan aku lupa, kalau itu tidak selalu mungkin
Karena masalahnya adalah ada di aku sendiri
Logika yang berjalan, pemikiran yang selalu bertanya-tanya...
Kewarasan yang tak mungkin ditutup-tutupi, segalanya
Beri tahu aku, apa itu masih mungkin?

Senja pada saat itu...

Cerita tentang hari kemarin, kenangan di hari itu...

Kebodohan yang masih bisa kita nikmati bersama-sama... 

Sesuatu yang kita terima tanpa usaha yang sulit di masa lalu...

Bimbang pada pikiran yang belum ada dahulu...

Sedih hanya sebatas tugas sekolah...

Dan langit yang selalu cerah di atas kepala kita...

.

Aku mencari-cari tak lagi ketemu
Yang berada di masa lalu
Ternyata kini tetap di masa lalu
Kenangan hanya jadi visual dalam pikiran

Hanya sesekali menjadi bulir-bulir air mata
Karena kini diriku telah matang dan siap menjadi dewasa
Rapuhnya diri tak menentukan apapun
Hanya jiwa yang sedang merindukan ibu bumi saja.

Hari yang cerah
Antara hari itu dan saat ini
Hanya dua sosok sama 
Namun telah berbeda

Dua-duanya
Adalah jiwa yang murni
Penuh cinta walau berubah warna
Karena senyuman atau kesukaran itu juga bagian dari hidup.

Dan bahagia, marah, menangis, tertawa, kecewa, lelah & bersyukur, bentuk apapun itu lainnya, itu juga perlu di-apresiasi karena itu perasaan-perasaan yang indah dan sebagai penyeimbang yang telah diberikan langit/semesta/alam/ibu bumi kepada kita, anak-anaknya.

FALLS

SEPTEMBER IS OCTOBER BF//NOVEMBER RAIN

Badai sudah berlalu, baru saja berlalu
Aku tidak perlu lagi larut bersedih
Karena aku tahu ini tidak berhenti disini
Masih ada pengertian-pengertian lain setelah ini.

Mengapa kamu menganggap aku ini gila?

Apa ada yang salah dari cara berjalanku...
Cara aku menyantap makan siangku?
Cara aku yang kritis ketika mulai menentukan apa yang menjadi seharusnya?

Kamu tidak menerima hanya karena aku menghentikan egomu?
Kamu mulai menyusun rencana untuk membalaskan dendam?
Kamu merasa sudah menang, padahal kamu telah kalah total...

Yang tanpa disadari. Telah menggali tanah mengubur diri sendiri.

Dan ini justru yang akan membuatku menjadi gila.
Permainan singkat tanpa pikir panjang.
Membuat aku melihat sesuatu yang belum terjadi.

Ini mengerikan.

Kamu membuatku kelaparan
Karena harus menyuapi egomu

Aku ingin berbicara sesuatu kepadamu
Yang kutahu pasti, tidak akan pernah kau dengarkan
Menolak mengerti, sama saja mengabaikan aku
Aku ingin terang, aku ingin bercahaya

Aku tidak tahu, apakah kamu tahu.

Ini semua membuatku yakin
Membuatku lebih tenang
Aku mencoba menebak intinya
Yang aku tahu kurang-lebih hasilnya

Aku pergi,
Aku keluar dari sini.




Komentar

Postingan Populer