Dialog telah malam

source: google images


Kemilau surga. Yang dijanjikan. Aku tak mengetahui apapun -seluk beluknya, biarkan aku bernapas lega. Apa yang akan kau lakukan? Aku tak sedang menjanjikan apapun, menjanjikan apapun? Aku saja sedang diambang hidup dan mati, aku terluka mendalam, siapa yang tahu? Aku ingin pergi meninggalkan pelangi-pelangi indah di matamu dan janji-janji milikmu yang tidak masuk akal.

Lagu yang ada, janji yang tak pernah aku ciptakan -tak pernah keluar sedetik-pun dari mulutku, yang hanya tersimpan dan berbunyi pelan dalam pikiran, dalam hati, dalam jiwa yang memang gila. Kau perhatikan saja dalam-dalam mataku, sejauh apa kau bisa menemukan jawaban, menemukan cinta didalamnya. Aku yakin kau tidak akan menemukan apapun.

Jatuh dari mata dan turun ke hati, segala semesta-seni berhasil membuatku kembali percaya dan punya alasan untuk apa aku hidup. Semua urat-urat biru dan segala guratan luka jadi tidak berasa sama sekali, seharusnya itu sakit, sakit sekali. Apa jangan-jangan itu hanya ilusi kepalsuan, yang karenanya aku jadi tidak memberi perhatian sedikitpun kepada masa lalu yang penuh luka.

Dunia apa yang cocok buatku? pertanyaan itu terus berulang-ulang, sebab sepertinya pernah ingin ditanyakan oleh seseorang dan hanya berhasil di dalam kepalanya, sendiri. Yah, dia tidak bertanya, namun kekakuan dari wajah-wajahnya, mulut yang tak sanggup untuk berbicara & mata yang tidak berhasil untuk berkedip, membuatku merasa seperti itu, yang aku percayai, jika ini semestinya melebihi kesimpulan-ku tentangnya.

Entahlah.

Komentar

Postingan Populer