October #throwback


source: google images.

Terjatuh yang menghilangkan sisa-sisa

Sia-sia...

Tidak deh. Hanya sedang bermain rima kata

Terjatuh yang meninggalkan kisah lama, kisah & kenangan.


Berlalu-nya sang Oktober, tentang semua perihal yang gue cari selama ini. Semesta sedang baik kepada gue. Pegangan kuat gue tentang standar pada prinsip, langsung diberi penglihatan begitu saja, walau tak banyak namun berbobot dan penting. Konfius, tentang gue yang juga bisa benar dan juga bisa kurang benar. 

Risiko, semua sungguh berisiko memang, namun itu memang esensi yang gue cari. Kejujuran adalah segalanya, menjadi diri sendiri dengan kontrol yang selalu ingin gue utarakan. Namun risiko-nya? Gue sudah siap untuk menerima, Disukai banget atau dibenci banget, seru sekali rasanya.

Terlalu hitam dan terlalu putih. Ohya, apa salahnya berbaur? 
Kamu tanya padaku, maka akan gue jawab, ajaran Buddhisme yang masih gue genggam erat, seperti karma dan konsep Yin dan Yang (walaupun konsep Yin-Yang adalah dari filosofi budaya Tionghoa -Taoisme-, namun selama kurun waktu gue belajar di sekolah Buddhis hal seperti ini masih kental).

Tertuduh atau dibela, dibenci atau disukai. Dalam sebulan ini, kejadian demi kejadian banyak lalu-lalang melewati gue, namun yang benar-benar datang pada gue untuk mengerti, peduli, untuk mendengar dan membuka hati, mereka pasti akan mendapat jawaban murni tersebut. Justru dari pengertian mereka sendiri, pengalaman dan apa yang mereka rasakan sendiri.

Bukan omong besar, gue hanya ingin jujur itu saja.

But, Oktober telah berlalu, yang datang maka datanglah, yang pergi maka pergilah, gue hanya ingin belajar tak mengekang ego melulu, tak lagi untuk  memaksakan kehendak dan yang patah tumbuh yang hilang berganti. Semesta tahu gue masih perlu banyak belajar, apapun kesalahan yang gue ciptakan ada, Semesta, ibuku, dia mau mengampuni, paling tidak mengerti alasan dibaliknya.

Untuk November, tetap baiklah pada diri ini, tetap jernihkan hati dan pikiran gue, salah dan benarnya gue hanya gue yang mampu menjelaskan, mungkin. Sehat-sehatkan pikiran dan rohani gue, orang rumah, tetangga brengsek, dokter gigi langganan, doi yang di Batam (kemungkinan dia baca curhatan ini, hi misyel), Bang Adi perawat penginapan gue, adik gue yang mau UN dan satu lagi yang sedang pusinK masalah kuliah, kawan-kawan bangsiat gue, hehe lafyu gaes.

Moga gue tetap bisa sabar menunggu waktu yang Semesta telah takdirkan pada gue.

.
.
.
.
.
.
.
.

btw gue ga bucin, nyett. hehe luv u all pipeL. XOXO

Komentar

Postingan Populer